Social Icons

Pages

Friday, November 13, 2015

Seruni XPDC Eps. 8





Zekardah
15 Juli 2009

“.... ya ampun, nggak ada langit birunya..”

Kalimat inilah yang pertama kali keluar dari mulut beberapa orang tim seruni ketika menginjakkan kaki di ibukota negara ini. Bahkan untuk melihat matahari langsung tak perlu takut akan menyilaukan mata, karena selain lapisan ozon yang menahannya, entah berapa kubik ketebalan kabut dan asap yang menutupi kota metropolitan ini.

Saya yang lahir ditepi pantai di pelosok Lampung sana, besar di sebuah desa kecil dipinggiran Kota Bukittinggi dan kuliah di kampus Unand yang bak taman Nirwana, sangat bersyukur selama ini tinggal di daerah dengan udara yang segar dan sehat.

Melihat Jakarta dengan tingkat polusi yang begitu mengerikan ini, terlintas di fikiran kenapa sangat banyak orang yang memilih mengadu nasib ke Jakarta, padahal dengan penduduk yang sudah ada saja begitu padatnya. Belum lagi jumlahnya yang akan bertambah pada jam kerja oleh karyawan, pekerja buruh atau mahasiswa yang berasal dari daerah sekitar Jakarta. Mereka adalah orang-orang yang beraktifitas di Jakarta, namun dengan alasan biaya hidup yang lebih murah, lingkungan yang lebih nyaman dan memang tempat tinggal mereka sebelumnya, orang-orang ini memilih tinggal diluar Jakarta. Ada yang datang dari Depok, Tangerang, Bekasi, Bogor, dan daerah lainnya.

Jakarta memang penuh dinamika dan sudah terasa bagi kami meskipun kami disini hanya beberapa hari saja.

Kesepakatan kami adalah ekspedisi akan dimulai dari daerah yang paling jauh yaitu Lombok dan berlanjut mundur ke Bali, mundur lagi ke Malang. Jadi datang ke Jakarta ini hanya persinggahan sementara dan dari Jakarta lah kami akan memulai pertualangan dengan perjalanan darat ke Lombok. Tetapi karena keberangkatan Burin terlambat maka kami akan menunggu semua tim berkumpul dulu di Jakarta ini.

Tiga hari di Jakarta, kami menginap di Mes WALHI Jakarta. Karena KOMMA adalah anggota jaringan WALHI, jadi kami bisa menginap dengan gratis disini. Sebelumnya tentu saja kami sudah menghubungi terlebih dahulu pihak WALHI tentang kedatangan kami.

Mencari penginapan gratis disetiap kota yang kami kunjungi bertujuan untuk meminimalkan pengeluaran yang tentu saja akan sangat membantu ekspedisi ini. Beruntung kami membawa nama organisasi KOMMA sehingga dapat diterima organisasi lain seperti WALHI dan tentu saja juga diterima oleh organisasi Mahasiswa Pencinta Alam di setiap kampus persinggahan kami.

Jadi sudah dapat dipastikan, biaya menginap kami adalah ZERO !

16 Juli 2009 

Tidak ada jadwal khusus hari ini, hanya silaturrahmi ke kantor WALHI Eksekutif Nasional.
Setiba dikantor WALHI kami disambut oleh Bang Erwin dan Bang Mukri yang merupakan staf WALHI pada saat itu, tetapi sayang sekali kami tak dapat bertemu dan menyampaikan salam dari organisasi untuk Direktur Walhi Eknas karena beliau sedang tidak ditempat.

Kegiatan selanjutnya, mengelilingi Kota Jakarta dengan busway – yang untuk pertama kalinya saya naiki, ya tentu aja namanya juga pertama kali ke Jakarta, ditemani oleh Mas Dodo, teman kita dari Walhi Jakarta.
Kami yang notabene berasal dari daerah tentu saja tak akan melewati kesempatan mengabadikan petualangan ini dengan berfoto. Tim Seruni Dalang memiliki penyakit selfie akut! Jadi sepanjang perjalanan mengelilingi Jakarta, Mas Dodo lah yang dengan bersabar menjadi fotografer kami. Prinsip kami, dimana ada kesempatan disitu kita berfoto dan tak perlu malu dengan orang banyak, toh mereka tidak kenal kami!
Hahahaha mencari pembenaran...
Dan jangan lupa pose ‘Anak Hilang’ !!!
Mas Dodo sampai geleng-geleng kepala..

Kami mengunjungi Monas dan naik untuk melihat Jakarta dari ketinggian. Juga lokasi-lokasi wisata lainnya.
Pukul 23.00 WIB, Burin yang baru berangkat dari Padang hari ini akhirnya sampai di Mes Walhi. Pesawat delay selama 2 jam yang menyebabkan Burin juga telat sampai.

17 Juli 2009

Hari ini kami melanjutkan perjalanan.
Pukul 08.30 kami berpamitan pada Bapak – Ibu yang ada di Mes, selanjutnya menuju Kantor Walhi untuk mengucapkan terimakasih sekaligus berpamitan.
Pukul 09.00 WIB, kami sudah sampai di Stasiun Jakarta Kota dan langsung menuju loket penjualan tiket kelas ekonomi jurusan Jakarta – Surabaya.

Novi yang bertugas menyusun itinerary berkata, “Seperti sudah pernah kesini karena persis sama dengan foto Stasiun Kota yang ada di buku panduan perjalanan” - yang juga disusun oleh Novi. Jadi kami tak perlu takur karena semua informasi tentang perjalanan ada di buku panduan. thanks to No


Penampakan Guide Book saya saat ini
Masuk kedalam stasiun, ternyata kami salah informasi! Pada awalnya kami mengira pembelian tiket kereta api ekonomi di Stasiun Kota, ternyata sebaiknya dibeli di Stasiun Senen, karena disini jumlahnya terbatas dan kami pun kehabisan tiket duduk.
Tuya’ bertanya pada tim, “kalo bali tiket bisnis baa?” arti; ‘bagaimana kalau membeli tiket bisnis saja?’
Dengan pertimbangan bahwa tidak mau mengundur satu hari lagi di Jakarta dan rasanya tidak ada lagi waktu untuk pindah ke Stasiun Senen, akhirnya kami pun setuju.

Dan.. naas bagi kami, petualangan hari pertama sudah dihujani cobaan berat karena tiket kelas bisnis pun HABIS!

Kembali lagi kami berembuk...
Akhirnya tim memutuskan untuk membeli tiket Kelas Ekonomi, resiko berdiri 17 jam pun tak jadi masalah. Daripada berdiri di Kelas Bisnis yang perbedaan harga tiketnya sangat jauh, sepertinya ini pilihan yang tepat.

Kami berdiri di peron kereta dan ternyata berdesakan dengan carier dipunggung itu sangat menguras tenaga. Hingga akhirnya kami masuk kereta dan dapat menempatkan carrier dikabin penumpang yang tak membawa barang. Masing-masing tim mencari posisi berdiri yang nyaman dan sedapat mungkin bersandar pada bangku kereta agar tahan hingga sampai di Surabaya.

Tepat pukul 12.05 WIB, sesuai jadwal, kereta api Gaya Baru Malam Selatan berwarna kuning – hijau yang kami tumpangi pun mulai bergerak meninggalkan Jakarta.

Dari sinilah cerita dunia per’gembel’an kami dimulai!

Yang ingin ikut kami menggembel di kereta Jakarta-Surabaya, nantikan episode berikutnya yaa.....

thanks untuk para pembaca rekan-rekan tercinta saya :D
 
Next. Seruni XPDC Eps.9

No comments:

Post a Comment

 
Blogger Templates