Social Icons

Pages

Tuesday, November 15, 2011

Seni Penyejuk Hati





Seni Penyejuk Hati

Saat membaca sebuah iklan di sebuah surat kabar, sangat senang rasanya. Pasalnya, akan di adakan pameran seni berupa pameran lukisan dan pementasan teater di Taman Budaya dikotaku. Acara ini diadakan dalam rangka ulang tahun ‘Bumi Teater’ yang ke 35 tahun. Mengingat saat ini sudah sangat jarang event  tersebut di adakan di kota tempat tinggalku, tentu saja aku merasa bahwa dahaga ku akan seni akan sedikit terobati  ;-)




Pada hari di adakannya acara, aku langsung menuju taman budaya dan tentu saja yang pertama kali ku masuki adalah ruang pameran lukisan. Aku begitu terpesonanya melihat begitu banyak keindahan yang disuguhkan, sampai-sampai tanpa disadari air mataku ikut berpesta ( emang betul2 ga’ bisa di tahan lho !). Bukan bermaksud untuk ‘sok’ mengerti seni, tapi aku memang seorang pecinta seni. Ku tak ingin banyak komentar, ku hanya ingin berbagi keindahan dengan Anda.

Take a look at this painting !
Lukisan ‘Wisran Hadi’ pendiri teater Bumi








Lukisan ini seperti bercerita tentang para penguasa negeri ini.
Silahkan Anda menyimpulkan kesimpulan masing-masing.



Pameran ini menampilkan hasil karya dari beberapa pelukis antara lain :

Tamsil Rosha
Tamsil Rosha menampilkan lukisan abstrak seperti :




Atau seperti lukisan yang Ia buat tahun 1986 ini 

Selain itu, ia juga menampilkan keindahan alam Minangkabau seperti lukisan dibawah ini yang memperlihatkan keindahan alam dengan latar belakang Gunung Merapi : 


Tak lupa pula pemandangan Ngarai Sianok : 





Alin
Alin bercerita tentang laut dan nelayan.





Kamal Guci
Beliau lebih memilih untuk menampilkan kehidupan di Minangkabau dan menonjolkan kemegahan Rumah Gadang sebagai rumah adat Minangkabau










Darvies Rasyidin
Sepertinya Darvies menjadi penengah antara hiruk pikuknya lukisan rekan2nya dengan menampilkan hal yang sangat sederhana yaitu tentang daun & semut :









Selain itu, benda seperti kuas pun menjadi objek lukisan nya :



Trikora ( 2010 )



dan masih banyak karya lainnya.


Dari semua lukisan yang ditampilkan, aku terpana lama pada satu lukisan, yaitu hasil karya Tamsil Rosha ini :



Aku tertegun saat melihatnya, seperti mendorong kita untuk berfikir apakah benda itu, buku tersusun atau kayu yang disambung dengan paku. Abstrak. Saat itu, aku berfikir sangat ingin memiliki lukisan itu dan telah ku bayangkan dimana lukisan itu akan beraada nantinya, tapi sayang, bukan untuk diperjualbelikan !

Dipercaya atau tidak, aku seorang pencinta seni, tapi ku tak bisa melukis, tak bisa berperan dalam teater, ku hanya bisa menorehkan isi hati pada sebait puisi yang hanya kunikmati sendiri.

MAjulah terus dunia seni Indonesia !!!
:-)

Padang, 15 Nov 2011

No comments:

Post a Comment

 
Blogger Templates