Social Icons

Pages

Featured Posts

Friday, March 18, 2016

Yang Harus Dihilangkan Jika Ingin Sukses!



Sangat banyak kunci sukses yang disampaikan oleh motivator-motivator.
sudah sangat banyak pula referensi yang saya baca,
tetapi seorang teman menyampaikan ini pada saya yang menurut saya memang benar.

Simple dan mudah diingat!

3 hal yang harus dibuang jika Anda ingin sukses: ATM

- A = Alasan
  
  Jangan banyak alasan jika ingin sukses, walaupun alasan tersebut hanya pada diri Anda sendiri. Tekankan pada diri agar melawan segala alasan.
  
- T = Takut

  Jika takut untuk memulai sesuatu, takut untuk berbuat, bagaimana Anda akan menjadi sukses? maka hidup Anda akan seperti itu saja!

- M = Malas

   Nah, ini yang paling menakutkan. Katanya ingin sukses, tapi koq malas berbuat, malas bangun pagi, malas melakukan sesuatu, malas mencoba, malas bertanya, malas mencari tahu, malas mencari ilmu, malas membaca, malas segala malas yang ada.

   Sebenarnya malas yang ada dalam diri itu bisa dilawan jika orang tersebut betul-betul dan bersungguh-sungguh ingin melawannya. tapi yaa dikembalikan lagi pada ybs, mau melawan malas?

   Jika 3 hal ini masih ada dalam diri Anda, maka sukses itu akan sungkan untuk singgah dikehidupan Anda!

   Terimakasih sahabat telah memberitahu hal ini pada saya!
   Saya akan menjadi manusia yang lebih baik lagi!
   
   Semoga Anda yang membaca juga mau berubah mulai dari sekarang!

   Mari kita SUKSES BERJAMA'AH!!!
   #aamiin


cc @PakcikSyuhada
 

Wednesday, February 10, 2016

Kita Hidup dalam Gempuran Urbanisasi by.Rhenald Kasali




Pagi ini,
10 Februari 2016

saya dimention seorang teman tentang twit Prof Rhenald Kasali.

saya merasa ini info yang sangat penting!

dan saya punya kewajiban menyebarkan informasi pada teman-teman.
semoga menjadi ilmu yang bermanfaat, dan membuka pikiran kita semua.

ini saya copas dari akun twitter Prof Rhenald Kasali

'saya mohon maaf atas kelancangan saya pak Prof, tapi dengan inilah cara saya menyimpan suatu informasi penting yang nantinya bisa saya buka lagi. Semoga Bapak berkenan. terimakasih'


(1) Kita bahas bagaimana bangsa-banga merespons Urbanisasi yang menjadi fenomena Asia abad 21... Apa saja peluang dan keributannya?

(2) Dulu filsuf Plato yg memicunya, ia memperkenalkan konsep Polis (kota): komunitas dgn 5000 jiwa shg efisien & memicu partisipasi publik

(3) Sejak itu bangsa2 bertarung membangun komunitas besar...belajar hidup dalam sebuah kota...orang desa perlahan2 dibawa ke kota

(4) Thebes mjelma jd kota bsr purba (Mesir, 1050 SM) 50.000 jiwa. Babilon (Irak, 500 SM) 150.000 jiwa. Athena (Yunani, 423 SM) 300.000 jiwa

(5) lalu Pataliputra (India 300 SM) 400.000 jiwa. Roma (98-117 SM) 1,6 juta. London (1900) 6,5 juta. New York (1940), 7,45 juta jiwa

(6) Kalau ke Roma mintalah ditunjukkan bgmn bangsa ini mbangun saluran air bersih berpuluh-puluh kilometer. Jejaknya msh bs dilihat

(7) Dari dunia Barat yg menakutkan Robert Malthus ( pangan akan kalah dgn kcptn pertumbuhan manusia), Urbanisasi menjadi fenomena Asia

(8) Tokyo, Jakarta, Shanghai, Delhi, Manila, Seoul, Karachi, dan Beijing. Semuanya di atas 20 juta jiwa. Belum lagi Bangkok, HK, Taipei dll

(9) Selain jumlah penduduk urban membesar, kepadatan (density) nya menggila. Tokyo 4.400/km2, Jakarta 9.500/km2. delhi 12.100/km2 lalu..

(10) Lalu Manila 15.300/km2, seoul 10.400, Karachi 23.400, Guangzhou 7.500, Shanghai 6100 dst...Pokoknya ini abad Urban Asia

(11) "By 2025, nearly 2,5 billion people will live in cities in Asia," tulis Dobbs, Manyika dan Woetzel (2015). Ketiganya dari McKinsey

(12) Maka Asia mengalami dilema perebutan air bersih, pengelolaan sampah, lapangan kerja, pendidikan (bgmn mendapatkan guru yg baik)..

(13) Juga kriminalitas, lahirnya ormas2 preman, polusi, masalah security, transportasi publik vs transportasi pribadi, public stress, dst

(14) Mk peradapan kota jd tantangan. Akan tampak apakah suatu bangsa pandai menata kehidupan, menggunakan urbanisasi sbg peluang or ancaman

Saturday, February 6, 2016

Seruni XPDC Eps. 11





20 Juli 2009
Tepat pukul 6.20 WITA, perlahan kapal pun mencapai Pelabuhan Lembar.
Suasana masih sepi dan dingin.
Jemputan kami belum datang sehingga kami menunggu di Pos yang ada di pelabuhan.
Untuk mengusir kebosanan, kami bercengkrama dengan petugas yang standby di Pos pagi itu.

Untuk meminimalisir biaya tentu saja kami menghubungi sanak family yang ada di Pulau Lombok, dan sama seperti sebelumnya, keluarga Burin lah yang ada di Lombok.
Kami dijemput oleh Uda (kakak laki-laki) Burin, sekaligus bersilaturrahmi dengan keluarga beliau.

Pukul 10.10 WITA kami diantar oleh Uda Burin ke UnRam, Universitas Mataram, tempat persinggahan kami selanjutnya.

Sebelumnya, kami sudah saling berhubungan di telepon dengan salah satu anggota Maternapala (Mahasiswa Peternakan Pencinta Alam), Bang Opik. Tetapi tentu saja kami belum pernah bertemu.
Uda Burin tentu saja sedikit khawatir melepas para gadis-gadis ini tinggal di kampus dengan orang-orang yang belum pernah bertemu dan baru berkenalan. Akhirnya kami mengaku saja kalau kami sudah kenal sebelumnya. Niatnya hanya agar beliau tak terlalu khawatir. Tak ada maksud lain.
( maafkan kami yang sudah berbohong uda, Alhamdulillah kami bisa menjaga diri )

Bertemu dengan Bang Opik di dekat Fakultas Peternakan kami bersikap seperti sudah kenal sebelumnya.
Setelah itu kami dibawa ke sekretariat Maternapala.
Seru sekali bertemu dengan saudara-saudara disini, mereka ramah-ramah dan serasa sudah lama kenal.

di Sekretariat Maternapala lagi beres-beres perlengkapan pendakian
*harap jangan hanya fokus ke sosisnya*


Bercengkrama sebentar, kami akhirnya pergi membeli perlengkapan untuk pendakian Gunung Rinjani. Karena jadwal kami hari ini langsung memulai pendakian.
Selesai belanja keperluan pendakian, kami makan siang dan bersiap – siap.

Rute semula yang akan kami tempuh adalah jalur Sembalun. Namun sayang, Gunung Baru Jari sedang aktif mengeluarkan laharnya sehingga pendakian menuju puncak dan Danau Segara Anak ditutup. Pendakian hanya diizinkan sampai Pelawangan Sembalun dan Pelawangan Senaru.
Ternyata kami belum beruntung...

Dari masukan teman-teman Maternapala, kami pun memutuskan untuk memakai jalur Senaru. Karena menurut mereka, jika tidak muncak, view Pelawangan Senaru akan jauh lebih indah. Kata teman-teman, Pelawangan Senaru lah yang sering muncul di kalender-kalender. Akhirnya kami pun ikut.

Pukul 15.20 WITA, kami berangkat menuju Desa Senaru.
Rekan pendakian kami di Rinjani adalah Bang Opik dan Juju dari Maternapala Unram.
Untuk mencapai Desa Senaru, dari Kota Mataram bisa menggunakan bemo atau kita di Padang biasa menyebutnya angkot tetapi harus 2 kali naik bemo karena tak ada jurusan langsung Senaru. Dari terminal Mandalike Mataram ke Aikmel, setelah itu dilanjutkan naik bemo jurusan Senaru. Setelah dipertimbangkan, akhirnya kami memutuskan menyewa bemo untuk mengantar langsung ke Senaru berhubung kami rame dan dengan beban yang banyak dan berat.

Perjalanan Mataram – Senaru ditempuh dengan waktu 4 jam perjalanan dengan bemo.

Akhirnya kami sampai di Pos RTC (Rinjani Tracking Center) Senaru pada pukul 20.05 WITA. Karena sudah gelap, akhirnya kami menginap di Barugak nya pak Sukrati di pemukiman suku Sasak Senaru.
Suku Sasak adalah suku asli Lombok dan Barugak adalah sebutan untuk rumah tradisional mereka yang berupa rumah panggung tanpa dinding yang biasa dipakai untuk bermusyawarah atau bercakap-cakap diluar rumah. Sedangkan para penduduk tinggal didalam rumah yang beralaskan tanah liat.
Karena barugak ini tanpa dinding, jadilah kami tidur dengan sleeping bag masing-masing karena suhu dimalam hari dinggiiiin.......

Barugak yang ukurannya tidak terlalu besar ini harus cukup untuk kami tidur 8 orang plus barang bawaan yang banyak. Tetapi saya merasa tidak nyaman meletakkan Tepa (sandal) saya di bawah panggung karena di pemukiman ini anjing peliharaan penduduk berkeliaran dengan bebasnya. Saya tak mau ambil resiko kalau tepa saya dijilat atau digigit oleh anjing (mau cari kemana tanah merah untuk mensucikannya lagi?) akhirnya tepa saya selipkan diantara kayu di loteng barugak.

Beberapa waktu kemudian, Bg Opik melihat tepa saya nyelip di loteng, beliau langsung menurunkannya. Ternyata, kata Bg opik, bagi Suku Sasak Barugak ini suci dan tidak boleh sembarangan. Di bagian atas ada terpasang kepala hewan (saya lupa hewan apa) dan sendal yang notabene dipakai dikaki dan kotor tidak boleh disejajarkan dengan kepala hewan tersebut. Kata Bg Opik, kepala hewan itu adalah lambang kesejahteraan masyarakat disana.

Maaf Bg Opik, Maaf Pak Sukrati. Maaf atas kelancangan saya.
Akhirnya tepa saya letakkan di kepala saya, lumayan dijadikan bantal.

dan kami pun beristirahat ditemani dengan suara lolongan anjing yang bersahut-sahutan....


next. SERUNI XPDC EPS.12
Hari Pertama Pendakian Rinjani

Thursday, December 31, 2015

Malam Tahun Baru

 
Malam tahun baru
Kamu menghabiskan waktu berpesta dengan teman?
Itu cobaan dari Allah untuk. menguji ketahanan imanmu

Malam tahun baru turun hujan ?
Itu cara Allah menjaga tetap dirumah dan menjauhkanmu dari segala perbuatan buruk atau bencana buruk yang akan datang padamu

malam tahun baru tak ada yang mengajakmu keluar?
itu cara Allah menjauhkan teman-teman yang tidak baik untukmu
dan teman-teman yang akan menjerumuskanmu

malam tahun baru hanya dirumah saja?
itu nikmat dari Allah agar kamu memiliki banyak waktu untuk lebih mendekatkan diri denganNYA

**

mendadak terlintas kalimat ini difikiran, sayang jika tak diabadikan

semoga kita semua menjadi lebih baik

Tahun baru, amalan baru, dan rezeki baru

aamiin


@YellyMomo
31 Des 2015

Wednesday, December 9, 2015

Seruni XPDC Eps. 10



Bali... We are coming !!!

Berbeda dari tadi malam, hari ini kami naik KA. Mutiara Timur kelas Bisnis.
Tak lagi ada lesehan, tak lagi ada keributan.
Dan untungnya, kereta ini juga mempunyai paket langsung Surabaya – Denpasar dengan melanjutkan menggunakan BUS PJKA dari Stasiun Banyuwangi, dan biaya sudah termasuk dalam harga tiket yang kami bayarkan di stasiun Gubeng Surabaya.

18 Juli 2009
Pukul 9.20 WIB Kereta api berangkat meninggalkan Gubeng.
Saya menggunakan kesempatan naik kereta api bisnis untuk istirahat mengumpulkan energi. Begitu juga dengan yang lain. Tak terlalu lama rasanya perjalanan kereta api kali ini, kami pun sampai di Banyuwangi pada pukul 16.10 WIB.
Di stasiun Banyuwangi, BUS PJKA sudah menanti kami, para pemegang tiket ke Denpasar.
Kami pun naik.
Ada kejadian kurang mengenakkan yang terjadi pada saya saat menaiki bus ini.
Para penumpang tujuan Bali sangat banyak, sehingga kami harus sedikit berebut tempat duduk dengan penumpang lain.

Sesaat sebelum naik bus

Teman-teman lain sudah berhasil mendapat tempat duduknya, tinggal saya yang belum, tetapi saya yakin dapat tempat duduk karena saya sudah punya tiket langsung. Tetapi si oknum bus nya malah memberi tempat duduk pada Bule yang tak punya tiket, demi uang lebih yang dibayarkan Si Bule.
Tentu saya tak terima.
Saya sedikit marah-marah pada si oknum hingga akhirnya ia menyuruh Si Bule memberikan tempat duduknya pada saya.
Akhirnya, saya dapat duduk dengan nyaman untuk perjalanan panjang sampai di Kota Denpasar.
Itu yang disayangkan dari warga kita.
Lebih mengutamakan pemasukan tanpa mempertimbangkan pelayanan.
Semoga Indonesia bisa lebih baik lagi. Aamiin.

Pukul 19.15 WITA tiba di pelabuhan Gilimanuk
Sesampainya di Pelabuhan Gilimanuk, kami tak lupa untuk mempercepat waktu 1 jam karena kami sudah meninggalkan WIB dan berada diwilayah WITA.

**********
Saya punya cerita lucu saat ingin menyeberang Gilimanuk ke Pulau Bali.
Di pintu masuk penyeberangan, pengawasannya diperketat. Setiap orang yang mau masuk kapal di periksa, satu persatu. Cek KTP.
Pengawasan yang ketat ini berhubungan dengan Bom Jakarta pada tanggal 17 Juli 2009. Seperti yang kita ketahui, Bali juga pernah menjadi target bom oleh teroris pada tahun 2005. Karena itulah pengawasan menjadi sangat ketat.
Sialnya saya, BELUM PUNYA KTP !!!
Mahasiswa macam apa saya diusia 23 tahun belum punya KTP ???
Anggota tim lain meluncur dengan cepat melewati pos pengecekan, tetapi saya sedikit tertahan. Saya sudah meyakinkan berkali-kali kalau saya hanya ingin melakukan ekspedisi, tetapi para penjaga bersikeras.
( Dalam hati saya sudah bertekad, jika saya dilarang masuk ke kapal. Saya ikhlaskan teman-teman melanjutkan ekspedisi, saya akan kembali ke Jakarta dan menetap di rumah kakak saya hingga Seruni kembali ke Jakarta )
Tapi, saya tak secepat itu putus asa!
Akhirnya saya meyakinkan petugas dengan menunjuk rekan-rekan Tim Seruni yang lain dan memperlihatkan seragam merah kami yang sama. Akhirnya petugas percaya jika saya bagian dari Tim.
Seragam SERUNI menyelamatkan saya dari terduga teroris !!
Kejadian ini yang membuat saya bergegas membuat KTP saat sudah kembali ke Padang.

**********

Dan kami pun mulai berlayar!

Berfoto dikapal, tanpa disadari ada tulusan 'Toilet' nya disana


Pukul 23.30 WITA tiba di Denpasar

Planning awal, kami akan langsung menyeberang ke Lombok. Tetapi mengingat lamanya waktu yang dibutuhkan Fery Padang Bei – Lembar adalah 6-7 jam, maka kami putuskan akan menyeberang ke Lombok pada malam hari dan sampai di Lombok pada pagi harinya.
Akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat di rumah kakak Burin yang tinggal di Denpasar. Ada waktu sehari untuk kami merasakan udara Denpasar sebelum nanti akan kembali lagi kesini untuk menyelesaikan misi.


19 Juli 2009
Hari ini tak ada agenda khusus. Hanya menyusun kembali agenda perjalanan dan beristirahat persiapan penyeberangan ke Lombok nanti malam.

Kami sempatkan juga untuk berkeliling sekedar melihat suasana Denpasar, biar nanti ga terlalu katrok pas balik lagi.
Heheheee....

Kami berjalan-jalan di Pantai Kuta. Niatnya sih mau meeting untuk perjalanan selanjutnya di Pantai Kuta, tetapi pas lihat pantai ramenya minta ampun jadi mikir mana bisa meeting kalau seribut ini.
Tetapi Seruni ga kehabisan akal. Kami pun berjalan menyusuri Pantai Kuta hingga ke ujung, dan ... voila... kami menemukan pantai Kuta yang sepi.
Meeting pun dimulai.
Tim mulai lapar.
Akhirnya kami mencari penjual makanan (tentu saja cari yang paling murah) tetapi kami tak yakin apa makanan yang di jual Halal atau tidak.
Korla pun memberi ide, kalau kami beli nasi putih saja di McD.
Nasi putih saja? :o
Jangan khawatir.. tak segitunya kami demi menghemat uang.
Sebenarnya kami membawa bekal dari Padang. RENDANG. Masakan terenak sedunia dan tahan hingga berbulan-bulan.
Nasi McD pake rendang!
Hahahaa :D

Rendang ini juga yang menyelematkan perut kami saat di stasiun Gubeng.
Menunggu kereta yang berangkat jam 9.20 tentunya membuat kami lapar. Kami pun hanya membeli nasi putih.
Rendang is the best !!

Pukul 23.00 WITA, kami berangkat menuju Pelabuhan Padang Bai.
Setiba di Pelabuhan, kami menuju loket penjualan tiket dan langsung menaiki fery.
Tak lama setelah itu, kapal Fery pun bergerak meninggalkan Pulau Dewata.
Penyeberangan ke Lombok ini memakan waktu kurang lebih 6 jam dengan kondisi ombak yang cukup tenang.
Penyakit saya di kereta api ekonomi Jakarta-Surabaya kambuh lagi!
Berada di dalam kapal tengah malam sangatlah dingin dan membuat saya selalu lapar.
Pop Mie lah yang menjadi penyelamat saya!

**********
Saya bukannya promo, dibayarpun tidak untuk menuliskan merk ini, tapi memang saya punya kenangan khusus dengan Pop Mie ini seperti yang saya tuliskan di episode sebelumnya.
Gara-gara ekspedisi inilah saya jadi suka Pop Mie padahal sebelumnya saya tak mau makan karena takut pengawetnya.
**********

Suasana kapal Fery Bali - Lombok sedikit berbeda dengan Jawa - Bali.
Jika Fery Jawa – Bali penumpangnya banyak orang lokal dan agak sumpek, tetapi penumpang Fery Bali – Lombok lebih dominan turis mancanegara. Meskipun rame juga, tetapi karena teratur jadinya ga terlalu sumpek.
Saya lebih menikmati Fery Bali – Lombok ini.



Next. Seruni XPDC Eps. 11

Touchdown Lombok Island !!!

 
Blogger Templates