Sepulang dari try out, latihan
fisik tetap dilaksanakan.
Hari keberangkatan pun semakin
dekat.
Saya yang masih bingung cari
uang.
Untuk tiket, bus, kereta api,
dll memang sudah diserahkan ke Ita sebagai bendahara, tapi uang untuk pegangan
dan makan belum ada!
Teman-teman yang lain masih
sibuk menyelesaikan tugas di labor karena harus ditinggal selama 1 bulan.
Ada juga yang masih menyusun
kata-kata minta izin ke orang tua.
Semuanya menjadi lebih
mendebarkan!
********
9
Juli 2009
Hari ini dilakukan briefing
terakhir sebelum keberangkatan.
Tim mulai melakukan pengecekan
kesiapan, peralatan, pendanaan, serta kondisi fisik anggota.
Jika ada anggota yang merasa
ragu atau kurang siap, masih diizinkan untuk mengundurkan diri.
Tentu saja saya tidak ingin ada
yang mengundurkan diri karena saya sudah merasa sangat nyaman dengan tim ini.
Dan untunglah tidak ada yang mengundurkan diri!
Briefing juga mengatur proses
keberangkatan, dan rangkaian kegiatan yang direncanakan selama dilapangan.
Tetapi sayang, Burin harus
berangkat telat 1 hari dari jadwal, yaitu tanggal 16 Juli karena ada beberapa
pertimbangan.
Tidak masalah, yang penting
semua jadwal diperjalanan lancar-lancar saja.
Aamiin
*********
10
Juli 2009
Hari ini, semua perlengkapan tim
harus sudah berada di sekretariat dan di cek kelayakannya oleh Koordinator.
Hari ini juga tim memastikan
informasi Gunung Rinjani, Agung, dan Semeru tentang kondisi dan kemungkinan
pendakiannya.
Kami juga menghubungi
teman-teman di daerah setempat yang akan memandu kami melakukan pencarian data
dan pendakian Gunung.
*********
14
Juli 2009
H-1
Jika ada peralatan yang tidak cukup,
maka tim dilarang berangkat. Ketat memang, tetapi semua itu untuk keamanan dan
kelancaran perjalanan.
**********
15
Juli 2009
READY TO GO !!
Pukul 13.00 WIB : Acara
pelepasan Tim Seruni XPDC 09 di sekretariat KOMMA
Pukul 13.30 WIB : Pamitan pada
PD3 dan Dekan Fakultas Pertanian
Pukul 14.00 WIB : Kami meninggalkan
sekretariat menuju Bandara Internasional Minangkabau diantar oleh warga KOMMA
dengan menyewa angkot Padang
Ternyata mereka menunggu sampai
pesawat benar-benar take off.
Huaaaa terharu.....
Terimakasih semua :D
Pukul 15.30 WIB : mulai
mengantri check in, untungnya kapasitas bagasi tidakmelebihi kapasitas. 15 kg
cukup bagi masing-masing tim, bahkan berlebih J backpack saya hanya 10kg.
Pukul 18.10 WIB : Penumpang
diizinkan masuk ke pesawat dan artinya delay 40 menit dari jadwal seharusnya.
Pukul 18.45 WIB : Flight to BSH
Jakarta
Pukul 20.10 WIB : Tim Seruni
mendarat di BSH terminal 3. Setelah bertanya ke petugas jadwal Damri menuju
Terminal Blok M, ternyata kami punya waktu 40 menit untuk meyakinkan diri bahwa
perjalanan sudah dimulai dan tim harus siap lahir batin karena sepertinya Tim
masih merasa berada di Padang.
Seperti kata Andin, “ Co Padang
saan naaahh...” (arti: seperti Padang aja –dg logat Solok)
Saya yang untuk pertama kalinya
naik pesawat masih agak jetlag dan masih membayangkan rasa diawang-awang tadi. Hmm,
ternyata seperti itu rasanya naik pesawat! Hahahaha :D (*kampungan eps 2
setelah eps 1 nya pertama kali makan madu!)
**********************
Saya dapat BBM dari Korla aka
Tuya’, katanya jangan lupa menuliskan kalimat yang tertera dibaju seragam kami,
karena memang, kalimat itu begitu yang sering diperbincangkan selama kami
diperjalanan karena memakai bahasa Minang.
Tim Seruni punya 2 baju
seragam, warna hitam dan warna merah.
Warna hitam berlengan pendek
dengan sablon gambar desain jeng Novi, desain yang amat saya dan teman-teman
suka
ini sablon baju hitam Seruni
Satu lagi warna merah. Seragam merah
ini agak berbeda. Karena hanya saya yang berlengan panjang, tim lain berlengan
pendek. Ceritanya saat membeli kaos polosnya saja saat itu hanya sisa 5 yang
lengan pendek, dan setelah saya setuju untuk memakai yang lengan panjang,
akhirnya saya berbeda dengan yang lain.
Bagian depan seragam merah ini
hanya tulisan Seruni XPDC 09, tetapi dibelakangnya tertulis pepatah Minang “
Sakalam-kalamnyo hari, sabuah bintang bacahayo juo”
Bagi perjalanan kami, kalimat
ini bermakna: seberat-beratnya perjuangan kami untuk mewujudkan Seruni XPDC
ini, tentu akan ada makna dibalik itu semua dan akhirnya kami yang akan merasakan
nikmatnya sebuah perjuangan.
ini seragam merah tampak depan (mohon diabaikan lokasi berfotonya!)
ini seragam merah tampak belakang meski kurang jelas :) (lokasi Padang Pasir Bromo)
Saya lupa siapa yang
mencetuskan ide mencantumkan kalimat ini pertama kali tetapi kami semua suka dengan
adanya kalimat ini di seragam kami. Orang yang melihat kami akan langsung tahu
kalau kami dari Padang saat melihat kalimat ini.
Beberapa waktu lalu, jeng Novi sempat punya ide ingin bikin baju seragam Seruni lagi plus Seruni Kids.. SETUJUUUUU......
guys, gimana kira2??? kapan kita bikin baju lagi?
*******************
Masalah uang pegangan saya akhirnya saya bawa seadanya! HANYA Rp.300.000,- dan berharap ditengah perjalanan nanti saya akan dapat kiriman uang dari Mami Ida karena jatah bulan ini sudah saya alokasikan semua untuk transportasi XPDC ini.
*******************
Setelah menginjakkan kaki di BSH untuk pertama kalinya (bagi saya) akhirnya XPDC yang sebenarnya dimulai!
Next.
Seruni XPDC Eps. 8




No comments:
Post a Comment