Try Out
Kegiatan
try out dilaksanakan untuk menjalin kekompakan setiap anggota tim, dan saling
mengenal kepribadian satu sama lain. Karena tidak semua anggota tim pernah
melakukan pendakian bersama, dan juga melatih fisik tentunya.
Para
pencinta alam tentu sudah faham bahwa karakter asli seseorang akan kelihatan
jika ada di alam. Nah, demi mengenal lebih dalam para anggota tim ini maka
diadakan try out dan tentu saja akan memupuk rasa kebersamaan dan persaudaraan
lebih dalam lagi jika sudah merasa senasib sepenanggungan di lapangan.
Pada
awalnya try out direncanakan pada akhir bulan Mei 2009, dengan tujuan Pendakian
Gunung Kerinci dengan ketinggian 3.805 mdpl. Gunung ini terletak diperbatasan
Provinsi Sumatera Barat dan Jambi.
Tetapi
sampai tanggal yang ditetapkan, Gunung Kerinci justru meningkat statusnya menjadi
waspada dan tidak diijinkan untuk kegiatan pendakian.
Sedih
memang, cita-cita untuk mendaki Gunung tertinggi Sumatera Barat ini harus
dibatalkan. Setelah didiskusikan lebih lanjut akhirnya tim sepakat try out
dialihkan ke Gunung Talamau, Gunung Tertinggi nomor dua dengan ketinggian 2913
mdpl yang terletak di kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (kalau di laporan perjalanan Seruni tinggi Gn.Talamau itu 2982 mdpl, tetapi tetep aja tertinggi nomor 2 di SumBar :D )
Dengan
mempertimbangkan banyaknya kegiatan dikampus, serta ujian akhir semester,akhirnya
try out diundur dan ditetapkan pelaksanaannya pada tanggal 12 – 17 Juni 2009.
Kegiatan try out ini tidak
sebatas kami tim Seruni yang ikut, kami juga mengundang warga yang ingin ikut
pendakian Talamau ini. Begitu banyak peminat Gunung Talamau, akhirnya fix yang
berangkat adalah 9 orang. Tim Seruni 6 orang, ditambah cowok-cowok tangguh dari
Eiger Maters Padang, David Suharkam, Dedi Ilham, dan Riski Junaidi.
Saya sangat bersemangat dengan
pendakian ini. Saya sudah pernah mendaki gunung sebelumnya, beberapa kali.
Tetapi tidak setinggi Gunung Talamau. Gunung di Sumbar adalah Gunung Tropis
yang lembab dan lebat. Jalur Gunung Talamau lebih lembab dan lebat dari Gunung
Merapi yang pernah saya daki. Yang paling saya ingat adalah ada jalur rock
climbing lengkap dengan air terjun mininya yang membuat jalur menjadi lebih
licin. Untuk naik tidak bisa hanya dengan mengandalkan tangan dan kaki, tak
sanggup saya. Akhirnya kami memakai tali. Dengan penuh perjuangan dan akhirnya
sampai diatas.
Pos terakhir sebelum puncak,
kami berhenti sejenak dan mengisi perut lapar kami dengan madu sachetan dari
Novi. Itu untuk pertama kalinya saya ‘ngemil’ madu, ternyata rasanya seperti
itu ( hehe.. udik memang saya..)
Semuanya sudah di pos, kecuali
2 orang. Andin dan bang Riski! Mereka masih dibelakang kami.
Kami menunggu beberapa lama di
pos terakhir ini. Untungnya ada pondok kecil untuk tempat kami bernaung dari
hujan.
2 sachet kecil madu cukup untuk
menunda lapar dan menghangatkan tubuh yang kedinginan karena rintik-rintik
hujan sedang menyapa kami saat itu.
Hingga habis madu kami hisap..
Akhirnya mereka berdua muncul.
Kami langsung tertawa
terbahak-bahak melihat kondisi mereka berdua.
Andin dengan baju yang basah
kuyup, wajah yang tampak lapar dan letih. Sedangkan bang Riski dengan jas hujan
yang compang-camping. Sobek disana-sini! Dan saya yakin setelah itu jas
hujannya akan langsung dimuseumkan karena sudah tak bisa dipakai lagi.
Setelah kami wawancara sedikit
ternyata mereka terhambat di jalur rock climbing, sama seperti yang lain. Bang
Riski yang membantu Andin untuk dapat naik sehingga jas hujannya banyak
tersangkut di ranting-ranting pohon.
Cieee...... si Om romantis....
hahahaha :D
Dari sinilah panggilan ‘Om’
untuk Bang Riski bermula. Kami sering memanggil Tek Ina pada Andin, ‘tek’
adalah panggilan tante dalam bahasa Minang karena Andin punya keponakan yang
sama-sama kuliah di Unand.
Jadilah panggilan Om Cucubida
dan Etek Ina melekat. Bahkan samapi sekarang pun saya memanggil Bang Riski
dengan panggilan ‘Om’.
Nah lo? Kenapa jadi Om
Cucubida?
Ini ada lagi ceritanya...
Jadi, saat itu sedang marak
iklan cemilan dengan lagu “cub cubida cu bu diaya.....”
*lagu yang tidak kami kenal
tetapi terdengar seperti itu*
Dan lagu ini adalah lagu
penyemangat tim selama pendakian dan si Om sangat senang saat menyanyikannya,
jadi agar lebih semangat lagi, si Om kami panggil Om Cucubida.
Hahahaha :D
Selama berada di lapangan, tim
try out menjalankan kegiatan dengan fun. Bukan hanya tim Seruni yang membuat
lawakan, tetapi 3 Pria Perkasa inipun ternyata ‘gila’ semua. Ya seperti
‘cucubida’ tadi. Karena mereka adalah orang lapangan mungkin, jadi tahu cara
untuk mencairkan suasana, cara mengakrabkan tim, dan tentu saja menjaga kami,
para wanita. Lawakan-lawakan mereka ga ada matinya!
Dijamin sakit perut! :D
Saking ‘gila’nya pendakian kami
di Gunung Talamau ini, sampai-sampai kami membawa nama tambahan untuk tim ini
menjadi Tim Seruni Dalang atau Seruni D.
‘Dalang’ artinya bukan orang
yang menggerakkan wayang, kalau itu di Jawa. Karena kami orang Minang jadi Dalang
berarti kegilaan, kelucuan, aneh, dan konyol. Bergitulah adanya.
----
Bagi
yang ingin mengenal para Tim Seruni D, searching aja di Facebook ‘Seruni
Dalang’ nanti akan kalian temui group kami. Tetapi belakangan sudah jarang
update karena semuanya sudah sibuk dengan rumah tangga, perkerjaan dan kehidupan
masing-masing. Semoga dengan tulisan ini kita kembali meng’gila’kan dunia!
----
Meskipun begitu, tentu saja
kami tak melupakan target yang harus kami capai dalam try out ini demi
suksesnya Seruni XPDC. Pendakian Gunung Talamau akhirnya berhasil dan kami
kembali ke kampus.
Andin punya cerita sendiri
tentang pendakian Talamau ini.
Pada tanggal 19 Juni dia ada
jadwal ujian MID Semester mata kuliah Teori Akuntansi. Karena di jadwal kepulangan
tanggal 17 Juni, jadi masih ada waktu 1 hari untuk belajar dan istirahat.
Tetapi, kondisi lapangan memang tak pernah bisa diprediksi. Di Pendakian
Talamau ini kami ditemani hujan, meskipun tidak lebat tapi cukup
mempengaruhi fisik kami.
Target utama adalah latihan
fisik persiapan Seruni, kami tidak ingin memaksakan diri dalam pendakian ini.
Jika letih, kami akan istirahat. Akhirnya jadwal kepulangan yang direncanakan
mundur 1 hari.
Kami baru sampai di Kota Padang
lagi tanggal 19 Juni subuh.
Pagi hari, 19 Juni 2009,
seharusnya Andin sudah berada di ruangan ujian, tetapi sepertinya pendakian 1
minggu membuatnya letih, akhirnya dia melewatkan ujian ini. Tetapi, salut untuk
Andin, ternyata dia mendapat nilai A.
Bravo !!!! :D
Setelah try out selesai
dilaksanakan, tim Seruni mengadakan rapat evaluasi kegiatan. Evaluasi kerja tim
dan tentu saja evaluasi personal. Disinilah anggota tim berkesempatan
menyampaikan pandangan masing-masing terhadap anggota tim yang lain,
kekurangan, kebaikan, minta maaf, apapun yang ingin disampaikan. Sehingga rasa
di dalam hati bisa tersalurkan dengan baik. Dengan begini tim akan menjadi
solid!
Nengok fotonya bikin kangen!!!!!
:D
Next.
Seruni XPDC Eps.7



Aiiiiih kangeeeen....
ReplyDeletekangeeennnnn jugaaaaaaa :D
ReplyDelete