Social Icons

Pages

Monday, October 12, 2015

Seruni XPDC Episode5





Di episode 3 dikatakan bahwa episode 5 akan menceritakan tentang try out, tapi maaf teman, saya rasa saya ingin lebih dulu menceritakan bagaimana perjuangan yang kami lakukan dalam mengumpulkan uang untuk ekspedisi ini.

Ya, element paling penting dan paling sensitif di ekspedisi ini, UANG!

Kami bukan anak Menteri, bukan juga anak Bupati.
Kami tidak bisa dengan hanya menjentikkan jari akan datang uang di depan mata.

Saya pribadi, sangat tidak mungkin minta uang pada Mami Ida (panggilan sayang emak saya) yang sehari-hari hanya berjualan lontong dikampung kami. Apalagi saat itu saya sedang butuh dana besar untuk penelitian skripsi saya. Anak kurang ajar kalau saya minta uang untuk ekspedisi tetapi meninggalkan skripsi terbengkalai.

Sekedar info, saat itu hampir setahun saya tidak fokus menyusun skripsi hingga teman-teman bilang Pembimbing I saya sering mencari saya. Hehe Ampuni dosa hamba Ya Allah.... aamiinn..

Februari 2009
Pencarian dana untuk ekspedisi ini kami lakukan dengan segala cara, tentunya dengan cara halal.
Beruntung kami punya Novi yang hobi desain, akhirnya kami dapat memproduksi pin bergambar/berlogo semua jurusan dan fakultas yang ada di Universitas. Sasaran utama kami adalah mahasiswa baru. Tetapi banyak juga para senior yang membeli pin kami. Berkat desain yang bagus saya rasa.

Sistem penjualan pin kami lakukan dengan penjualan langsung atau ‘direct selling’ istilah kerennya. Kami langsung menawarkan pada orang-orang yang kami kenal atau orang yang kami temui. Jadi saat itu, barang wajib stand by didalam tas adalah pin!

Selain itu, kami juga titipkan di fotokopian kampus. Beruntung kampus punya sangat banyak fotokopian karena masing-masing fakultas punya fotokopi. Saat itu, di Fakultas Pertanian saja ada 3 fotokopi.

Walaupun keuntungan dari pin tidak terlalu besar, tetapi hasilnya lumayan dan membuat kami semakin bergairah untuk mengumpulkan dana.

Kami juga membuka ‘Kadai Seruni’ di koridor fakultas bermodalkan meja. Di Kadai Seruni kami menjual pin, tentu saja, dan juga perlengkapan outdoor yang kami peroleh dari bekerja sama dengan toko-toko outdoor yang ada di Kota Padang. Sistem kerjasamanya, toko outdoor menitipkan barang-barangnya pada kami dan memberikan harga modal dibawah harga pasaran. Yang kami setorkan adalah harga modal barang yang terjual dan sisa barang yang tidak terjual kami kembalikan. Win-win solution ya :D

Maret 2009
Untuk mendapatkan dana yang lebih besar, kami menyebarkan proposal kegiatan kepada pihak kampus. Seperti yang saya tuliskan di episode 1, kami membuat proposal permohonan dana bantuan pada pihak-pihak terkait dengan membawa nama organisasi.

Yang paling pertama kami tuju tentu pada Dekan Fakultas Pertanian (Saat itu Teknologi Pertanian masih dibawah naungan Fakultas Pertanian), pihak kampus yaitu Rektorat, berbagai lembaga pemerintahan yang terkait dengan tema dan tujuan ekspedisi kami dan juga pada perusahaan-perusahaan swasta yang ada di Sumatera Barat. Bahkan, kami juga mengirimkan proposal pada perusahaan-perusahaan yang ada diluar Sumatera Barat.
Penyebaran dan pengecekan proposal kegiatan ini dilakukan dari awal Maret hingga awal Juli.

Yang paling saya ingat dari keliling menyebar proposal adalah saat saya dan Tuya' mengantarkan proposal ke Kantor Walikota Bukittinggi. Kantor Walikota Bukittinggi saat itu baru pindah ke lokasi yang sekarang, Jl. Jend. Sudirman No. 27-29 (Kesuma Bhakti No. 1) Bukit Gulai Bancah. Kami berdua sangat terkesima dengan kemegahannya, kawasannya yang tenang dan sejuknya udara Bukittinggi dengan background Gunung Merapi dan Gunung Singgalang. Tentu saja kami tak lupa ber foto :)

Tetapi sebenarnya yang menjadi fokus saya bukan itu, tetapi saat kami singgah di rumah teman sejurusan yang rumahnya dekat dengan Kantor Walikota. Rina namanya. Walaupun kami singgah hanya sebentar, tetapi buah tangan yang harus kami bawa ke Padang lah yang membuat kami sangat bahagia! Kami dibekali pisang hasil kebun sendiri oleh Mama Rina. Tidak hanya beberapa buah, tetapi beberapa sisir pisang! sehingga tas saya yang tadinya kosong sekarang penuh dengan pisang :D

*makasih ma..
Kami berhasil mengumpulkan sejumlah dana. Tetapi sayangnya, hasil yang diharapkan masih sangat jauh dari kata cukup untuk pelaksanaan ekspedisi ini.
Tak kehilangan akal, akhirnya setiap anggota tim melakukan pencarian dana masing-masing.

Novi dan Tuya’ mencari dana dengan ikut menjadi tim quickcount Partai PAN pada Pemilu Legislatif tahun 2009. Saat itu memang dibuka untuk mahasiswa, sayangnya saya tidak bisa ikut karena tidak punya laptop.

Saat memposting di akun Facebook bahwa tim Seruni masih butuh banyak dana, Alhamdulillah ada teman yang mengomentari postingan tersebut dan menawarkan untuk kerja part time menjaga warnet. Dan jadilah saya bekerja menjaga warnet selama 2 minggu. Shift malam pun saya jabani demi terkumpulnya dana.

Usaha lain yang kami lakukan adalah berjualan baju dan jilbab di kos-kosan dengan target anak-anak kos dan ibu-ibu sekitar kos-an. Menjual makanan ringan seperti nutrijel, bakwan,dll yang dibuat sendiri.
Segala cara halal yang terlintas di fikiran akan kami lakukan!
Salut untuk perjuangan tim ini!
Hingga akhirnya, perkiraan biaya yang dibutuhkan dapat dikumpulkan. Alhamdulillah..


Melalui tulisan ini, sekali lagi kami ingin mengucapkan terimakasih sedalam-dalamnya pada keluarga, kakanda-kakanda Anggota Kehormatan KOMMA, teman-teman, orang-orang yang membeli barang jualan kami, serta pihak sponsor yang memberikan bantuan.

Hiks hiks hiks... terharu :’(


Next. Seruni XPDC Eps.6

No comments:

Post a Comment

 
Blogger Templates