Di
episode 3 dikatakan bahwa episode 5 akan menceritakan tentang try out, tapi
maaf teman, saya rasa saya ingin lebih dulu menceritakan bagaimana perjuangan
yang kami lakukan dalam mengumpulkan uang untuk ekspedisi ini.
Ya, element paling penting dan paling sensitif di ekspedisi ini, UANG!
Kami
bukan anak Menteri, bukan juga anak Bupati.
Kami
tidak bisa dengan hanya menjentikkan jari akan datang uang di depan mata.
Saya
pribadi, sangat tidak mungkin minta uang pada Mami Ida (panggilan sayang emak
saya) yang sehari-hari hanya berjualan lontong dikampung kami. Apalagi saat itu
saya sedang butuh dana besar untuk penelitian skripsi saya. Anak kurang ajar
kalau saya minta uang untuk ekspedisi tetapi meninggalkan skripsi terbengkalai.
Sekedar
info, saat itu hampir setahun saya tidak fokus menyusun skripsi hingga
teman-teman bilang Pembimbing I saya sering mencari saya. Hehe Ampuni dosa
hamba Ya Allah.... aamiinn..
Februari 2009
Pencarian
dana untuk ekspedisi ini kami lakukan dengan segala cara, tentunya dengan cara
halal.
Beruntung
kami punya Novi yang hobi desain, akhirnya kami dapat memproduksi pin
bergambar/berlogo semua jurusan dan fakultas yang ada di Universitas. Sasaran
utama kami adalah mahasiswa baru. Tetapi banyak juga para senior yang membeli
pin kami. Berkat desain yang bagus saya rasa.
Sistem
penjualan pin kami lakukan dengan penjualan langsung atau ‘direct selling’ istilah kerennya. Kami langsung menawarkan pada
orang-orang yang kami kenal atau orang yang kami temui. Jadi saat itu, barang
wajib stand by didalam tas adalah pin!
Selain
itu, kami juga titipkan di fotokopian kampus. Beruntung kampus punya sangat
banyak fotokopian karena masing-masing fakultas punya fotokopi. Saat itu, di
Fakultas Pertanian saja ada 3 fotokopi.
Walaupun
keuntungan dari pin tidak terlalu besar, tetapi hasilnya lumayan dan membuat
kami semakin bergairah untuk mengumpulkan dana.
Kami
juga membuka ‘Kadai Seruni’ di koridor fakultas bermodalkan meja. Di Kadai
Seruni kami menjual pin, tentu saja, dan juga perlengkapan outdoor yang kami
peroleh dari bekerja sama dengan toko-toko outdoor yang ada di Kota Padang.
Sistem kerjasamanya, toko outdoor menitipkan barang-barangnya pada kami dan
memberikan harga modal dibawah harga pasaran. Yang kami setorkan adalah harga
modal barang yang terjual dan sisa barang yang tidak terjual kami kembalikan. Win-win
solution ya :D
Maret 2009
Untuk
mendapatkan dana yang lebih besar, kami menyebarkan proposal kegiatan kepada
pihak kampus. Seperti yang saya tuliskan di episode 1, kami membuat proposal
permohonan dana bantuan pada pihak-pihak terkait dengan membawa nama organisasi.
Yang
paling pertama kami tuju tentu pada Dekan Fakultas Pertanian (Saat itu
Teknologi Pertanian masih dibawah naungan Fakultas Pertanian), pihak kampus
yaitu Rektorat, berbagai lembaga pemerintahan yang terkait dengan tema dan
tujuan ekspedisi kami dan juga pada perusahaan-perusahaan swasta yang ada di
Sumatera Barat. Bahkan, kami juga mengirimkan proposal pada
perusahaan-perusahaan yang ada diluar Sumatera Barat.
Penyebaran
dan pengecekan proposal kegiatan ini dilakukan dari awal Maret hingga awal
Juli.
Yang paling saya ingat dari keliling menyebar proposal adalah saat saya dan Tuya' mengantarkan proposal ke Kantor Walikota Bukittinggi. Kantor Walikota Bukittinggi saat itu baru pindah ke lokasi yang sekarang, Jl. Jend. Sudirman No. 27-29 (Kesuma Bhakti No. 1) Bukit Gulai Bancah. Kami berdua sangat terkesima dengan kemegahannya, kawasannya yang tenang dan sejuknya udara Bukittinggi dengan background Gunung Merapi dan Gunung Singgalang. Tentu saja kami tak lupa ber foto :)
Tetapi sebenarnya yang menjadi fokus saya bukan itu, tetapi saat kami singgah di rumah teman sejurusan yang rumahnya dekat dengan Kantor Walikota. Rina namanya. Walaupun kami singgah hanya sebentar, tetapi buah tangan yang harus kami bawa ke Padang lah yang membuat kami sangat bahagia! Kami dibekali pisang hasil kebun sendiri oleh Mama Rina. Tidak hanya beberapa buah, tetapi beberapa sisir pisang! sehingga tas saya yang tadinya kosong sekarang penuh dengan pisang :D
*makasih ma..
Yang paling saya ingat dari keliling menyebar proposal adalah saat saya dan Tuya' mengantarkan proposal ke Kantor Walikota Bukittinggi. Kantor Walikota Bukittinggi saat itu baru pindah ke lokasi yang sekarang, Jl. Jend. Sudirman No. 27-29 (Kesuma Bhakti No. 1) Bukit Gulai Bancah. Kami berdua sangat terkesima dengan kemegahannya, kawasannya yang tenang dan sejuknya udara Bukittinggi dengan background Gunung Merapi dan Gunung Singgalang. Tentu saja kami tak lupa ber foto :)
Tetapi sebenarnya yang menjadi fokus saya bukan itu, tetapi saat kami singgah di rumah teman sejurusan yang rumahnya dekat dengan Kantor Walikota. Rina namanya. Walaupun kami singgah hanya sebentar, tetapi buah tangan yang harus kami bawa ke Padang lah yang membuat kami sangat bahagia! Kami dibekali pisang hasil kebun sendiri oleh Mama Rina. Tidak hanya beberapa buah, tetapi beberapa sisir pisang! sehingga tas saya yang tadinya kosong sekarang penuh dengan pisang :D
*makasih ma..
Kami
berhasil mengumpulkan sejumlah dana. Tetapi sayangnya, hasil yang diharapkan
masih sangat jauh dari kata cukup untuk pelaksanaan ekspedisi ini.
Tak
kehilangan akal, akhirnya setiap anggota tim melakukan pencarian dana
masing-masing.
Novi
dan Tuya’ mencari dana dengan ikut menjadi tim quickcount Partai PAN pada
Pemilu Legislatif tahun 2009. Saat itu memang dibuka untuk mahasiswa, sayangnya
saya tidak bisa ikut karena tidak punya laptop.
Saat
memposting di akun Facebook bahwa tim Seruni masih butuh banyak dana,
Alhamdulillah ada teman yang mengomentari postingan tersebut dan menawarkan
untuk kerja part time menjaga warnet. Dan jadilah saya bekerja menjaga warnet
selama 2 minggu. Shift malam pun saya jabani demi terkumpulnya dana.
Usaha
lain yang kami lakukan adalah berjualan baju dan jilbab di kos-kosan dengan
target anak-anak kos dan ibu-ibu sekitar kos-an. Menjual makanan ringan seperti
nutrijel, bakwan,dll yang dibuat sendiri.
Segala
cara halal yang terlintas di fikiran akan kami lakukan!
Salut
untuk perjuangan tim ini!
Hingga
akhirnya, perkiraan biaya yang dibutuhkan dapat dikumpulkan. Alhamdulillah..
Melalui tulisan ini, sekali lagi kami
ingin mengucapkan terimakasih sedalam-dalamnya pada keluarga, kakanda-kakanda
Anggota Kehormatan KOMMA, teman-teman, orang-orang yang membeli barang jualan
kami, serta pihak sponsor yang memberikan bantuan.
Hiks
hiks hiks... terharu :’(
Next. Seruni XPDC Eps.6

No comments:
Post a Comment