Bali...
We are coming !!!
Berbeda dari tadi malam, hari
ini kami naik KA. Mutiara Timur kelas Bisnis.
Tak lagi ada lesehan, tak lagi
ada keributan.
Dan untungnya, kereta ini juga
mempunyai paket langsung Surabaya – Denpasar dengan melanjutkan menggunakan BUS
PJKA dari Stasiun Banyuwangi, dan biaya sudah termasuk dalam harga tiket yang
kami bayarkan di stasiun Gubeng Surabaya.
18
Juli 2009
Pukul 9.20 WIB Kereta api
berangkat meninggalkan Gubeng.
Saya menggunakan kesempatan
naik kereta api bisnis untuk istirahat mengumpulkan energi. Begitu juga dengan
yang lain. Tak terlalu lama rasanya perjalanan kereta api kali ini, kami pun
sampai di Banyuwangi pada pukul 16.10 WIB.
Di stasiun Banyuwangi, BUS PJKA
sudah menanti kami, para pemegang tiket ke Denpasar.
Kami pun naik.
Ada kejadian kurang mengenakkan
yang terjadi pada saya saat menaiki bus ini.
Para penumpang tujuan Bali
sangat banyak, sehingga kami harus sedikit berebut tempat duduk dengan
penumpang lain.
Sesaat sebelum naik bus
Teman-teman lain sudah berhasil
mendapat tempat duduknya, tinggal saya yang belum, tetapi saya yakin dapat
tempat duduk karena saya sudah punya tiket langsung. Tetapi si oknum bus nya
malah memberi tempat duduk pada Bule yang tak punya tiket, demi uang lebih yang
dibayarkan Si Bule.
Tentu saya tak terima.
Saya sedikit marah-marah pada
si oknum hingga akhirnya ia menyuruh Si Bule memberikan tempat duduknya pada
saya.
Akhirnya, saya dapat duduk
dengan nyaman untuk perjalanan panjang sampai di Kota Denpasar.
Itu yang disayangkan dari warga
kita.
Lebih mengutamakan pemasukan
tanpa mempertimbangkan pelayanan.
Semoga Indonesia bisa lebih
baik lagi. Aamiin.
Pukul 19.15 WITA tiba di
pelabuhan Gilimanuk
Sesampainya di Pelabuhan
Gilimanuk, kami tak lupa untuk mempercepat waktu 1 jam karena kami sudah
meninggalkan WIB dan berada diwilayah WITA.
**********
Saya punya cerita lucu saat
ingin menyeberang Gilimanuk ke Pulau Bali.
Di pintu masuk penyeberangan,
pengawasannya diperketat. Setiap orang yang mau masuk kapal di periksa, satu
persatu. Cek KTP.
Pengawasan yang ketat ini
berhubungan dengan Bom Jakarta pada tanggal 17 Juli 2009. Seperti yang kita
ketahui, Bali juga pernah menjadi target bom oleh teroris pada tahun 2005.
Karena itulah pengawasan menjadi sangat ketat.
Sialnya saya, BELUM PUNYA KTP
!!!
Mahasiswa macam apa saya diusia 23 tahun belum punya KTP ???
Anggota tim lain meluncur
dengan cepat melewati pos pengecekan, tetapi saya sedikit tertahan. Saya sudah
meyakinkan berkali-kali kalau saya hanya ingin melakukan ekspedisi, tetapi para
penjaga bersikeras.
( Dalam hati saya sudah
bertekad, jika saya dilarang masuk ke kapal. Saya ikhlaskan teman-teman
melanjutkan ekspedisi, saya akan kembali ke Jakarta dan menetap di rumah kakak
saya hingga Seruni kembali ke Jakarta )
Tapi, saya tak secepat itu
putus asa!
Akhirnya saya meyakinkan
petugas dengan menunjuk rekan-rekan Tim Seruni yang lain dan memperlihatkan
seragam merah kami yang sama. Akhirnya petugas percaya jika saya bagian dari
Tim.
Seragam SERUNI menyelamatkan
saya dari terduga teroris !!
Kejadian ini yang membuat saya
bergegas membuat KTP saat sudah kembali ke Padang.
**********
Dan kami pun mulai berlayar!
Berfoto dikapal, tanpa disadari ada tulusan 'Toilet' nya disana
Pukul 23.30 WITA tiba di
Denpasar
Planning awal, kami akan
langsung menyeberang ke Lombok. Tetapi mengingat lamanya waktu yang dibutuhkan
Fery Padang Bei – Lembar adalah 6-7 jam, maka kami putuskan akan menyeberang ke
Lombok pada malam hari dan sampai di Lombok pada pagi harinya.
Akhirnya kami memutuskan untuk
beristirahat di rumah kakak Burin yang tinggal di Denpasar. Ada waktu sehari
untuk kami merasakan udara Denpasar sebelum nanti akan kembali lagi kesini
untuk menyelesaikan misi.
19 Juli 2009
Hari ini tak ada agenda khusus.
Hanya menyusun kembali agenda perjalanan dan beristirahat persiapan
penyeberangan ke Lombok nanti malam.
Kami sempatkan juga untuk
berkeliling sekedar melihat suasana Denpasar, biar nanti ga terlalu katrok pas
balik lagi.
Heheheee....
Kami berjalan-jalan di Pantai
Kuta. Niatnya sih mau meeting untuk perjalanan selanjutnya di Pantai Kuta,
tetapi pas lihat pantai ramenya minta ampun jadi mikir mana bisa meeting kalau
seribut ini.
Tetapi Seruni ga kehabisan
akal. Kami pun berjalan menyusuri Pantai Kuta hingga ke ujung, dan ... voila...
kami menemukan pantai Kuta yang sepi.
Meeting pun dimulai.
Tim mulai lapar.
Akhirnya kami mencari penjual
makanan (tentu saja cari yang paling murah) tetapi kami tak yakin apa makanan
yang di jual Halal atau tidak.
Korla pun memberi ide, kalau
kami beli nasi putih saja di McD.
Nasi putih saja? :o
Jangan khawatir.. tak segitunya
kami demi menghemat uang.
Sebenarnya kami membawa bekal dari
Padang. RENDANG. Masakan terenak sedunia dan tahan hingga berbulan-bulan.
Nasi McD pake rendang!
Hahahaa :D
Rendang ini juga yang menyelematkan perut kami saat di stasiun Gubeng.
Menunggu kereta yang berangkat
jam 9.20 tentunya membuat kami lapar. Kami pun hanya membeli nasi putih.
Rendang is the best !!
Pukul 23.00 WITA, kami
berangkat menuju Pelabuhan Padang Bai.
Setiba di Pelabuhan, kami
menuju loket penjualan tiket dan langsung menaiki fery.
Tak lama setelah itu, kapal
Fery pun bergerak meninggalkan Pulau Dewata.
Penyeberangan ke Lombok ini
memakan waktu kurang lebih 6 jam dengan kondisi ombak yang cukup tenang.
Penyakit saya di kereta api
ekonomi Jakarta-Surabaya kambuh lagi!
Berada di dalam kapal tengah
malam sangatlah dingin dan membuat saya selalu lapar.
Pop Mie lah yang menjadi
penyelamat saya!
**********
Saya bukannya promo, dibayarpun
tidak untuk menuliskan merk ini, tapi memang saya punya kenangan khusus dengan
Pop Mie ini seperti yang saya tuliskan di episode sebelumnya.
Gara-gara ekspedisi inilah saya
jadi suka Pop Mie padahal sebelumnya saya tak mau makan karena takut
pengawetnya.
**********
Suasana kapal Fery Bali -
Lombok sedikit berbeda dengan Jawa - Bali.
Jika Fery Jawa – Bali
penumpangnya banyak orang lokal dan agak sumpek, tetapi penumpang Fery Bali –
Lombok lebih dominan turis mancanegara. Meskipun rame juga, tetapi karena
teratur jadinya ga terlalu sumpek.
Saya lebih menikmati Fery Bali
– Lombok ini.
Next.
Seruni XPDC Eps. 11
Touchdown
Lombok Island !!!


No comments:
Post a Comment