Social Icons

Pages

Wednesday, December 9, 2015

Seruni XPDC Eps. 10



Bali... We are coming !!!

Berbeda dari tadi malam, hari ini kami naik KA. Mutiara Timur kelas Bisnis.
Tak lagi ada lesehan, tak lagi ada keributan.
Dan untungnya, kereta ini juga mempunyai paket langsung Surabaya – Denpasar dengan melanjutkan menggunakan BUS PJKA dari Stasiun Banyuwangi, dan biaya sudah termasuk dalam harga tiket yang kami bayarkan di stasiun Gubeng Surabaya.

18 Juli 2009
Pukul 9.20 WIB Kereta api berangkat meninggalkan Gubeng.
Saya menggunakan kesempatan naik kereta api bisnis untuk istirahat mengumpulkan energi. Begitu juga dengan yang lain. Tak terlalu lama rasanya perjalanan kereta api kali ini, kami pun sampai di Banyuwangi pada pukul 16.10 WIB.
Di stasiun Banyuwangi, BUS PJKA sudah menanti kami, para pemegang tiket ke Denpasar.
Kami pun naik.
Ada kejadian kurang mengenakkan yang terjadi pada saya saat menaiki bus ini.
Para penumpang tujuan Bali sangat banyak, sehingga kami harus sedikit berebut tempat duduk dengan penumpang lain.

Sesaat sebelum naik bus

Teman-teman lain sudah berhasil mendapat tempat duduknya, tinggal saya yang belum, tetapi saya yakin dapat tempat duduk karena saya sudah punya tiket langsung. Tetapi si oknum bus nya malah memberi tempat duduk pada Bule yang tak punya tiket, demi uang lebih yang dibayarkan Si Bule.
Tentu saya tak terima.
Saya sedikit marah-marah pada si oknum hingga akhirnya ia menyuruh Si Bule memberikan tempat duduknya pada saya.
Akhirnya, saya dapat duduk dengan nyaman untuk perjalanan panjang sampai di Kota Denpasar.
Itu yang disayangkan dari warga kita.
Lebih mengutamakan pemasukan tanpa mempertimbangkan pelayanan.
Semoga Indonesia bisa lebih baik lagi. Aamiin.

Pukul 19.15 WITA tiba di pelabuhan Gilimanuk
Sesampainya di Pelabuhan Gilimanuk, kami tak lupa untuk mempercepat waktu 1 jam karena kami sudah meninggalkan WIB dan berada diwilayah WITA.

**********
Saya punya cerita lucu saat ingin menyeberang Gilimanuk ke Pulau Bali.
Di pintu masuk penyeberangan, pengawasannya diperketat. Setiap orang yang mau masuk kapal di periksa, satu persatu. Cek KTP.
Pengawasan yang ketat ini berhubungan dengan Bom Jakarta pada tanggal 17 Juli 2009. Seperti yang kita ketahui, Bali juga pernah menjadi target bom oleh teroris pada tahun 2005. Karena itulah pengawasan menjadi sangat ketat.
Sialnya saya, BELUM PUNYA KTP !!!
Mahasiswa macam apa saya diusia 23 tahun belum punya KTP ???
Anggota tim lain meluncur dengan cepat melewati pos pengecekan, tetapi saya sedikit tertahan. Saya sudah meyakinkan berkali-kali kalau saya hanya ingin melakukan ekspedisi, tetapi para penjaga bersikeras.
( Dalam hati saya sudah bertekad, jika saya dilarang masuk ke kapal. Saya ikhlaskan teman-teman melanjutkan ekspedisi, saya akan kembali ke Jakarta dan menetap di rumah kakak saya hingga Seruni kembali ke Jakarta )
Tapi, saya tak secepat itu putus asa!
Akhirnya saya meyakinkan petugas dengan menunjuk rekan-rekan Tim Seruni yang lain dan memperlihatkan seragam merah kami yang sama. Akhirnya petugas percaya jika saya bagian dari Tim.
Seragam SERUNI menyelamatkan saya dari terduga teroris !!
Kejadian ini yang membuat saya bergegas membuat KTP saat sudah kembali ke Padang.

**********

Dan kami pun mulai berlayar!

Berfoto dikapal, tanpa disadari ada tulusan 'Toilet' nya disana


Pukul 23.30 WITA tiba di Denpasar

Planning awal, kami akan langsung menyeberang ke Lombok. Tetapi mengingat lamanya waktu yang dibutuhkan Fery Padang Bei – Lembar adalah 6-7 jam, maka kami putuskan akan menyeberang ke Lombok pada malam hari dan sampai di Lombok pada pagi harinya.
Akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat di rumah kakak Burin yang tinggal di Denpasar. Ada waktu sehari untuk kami merasakan udara Denpasar sebelum nanti akan kembali lagi kesini untuk menyelesaikan misi.


19 Juli 2009
Hari ini tak ada agenda khusus. Hanya menyusun kembali agenda perjalanan dan beristirahat persiapan penyeberangan ke Lombok nanti malam.

Kami sempatkan juga untuk berkeliling sekedar melihat suasana Denpasar, biar nanti ga terlalu katrok pas balik lagi.
Heheheee....

Kami berjalan-jalan di Pantai Kuta. Niatnya sih mau meeting untuk perjalanan selanjutnya di Pantai Kuta, tetapi pas lihat pantai ramenya minta ampun jadi mikir mana bisa meeting kalau seribut ini.
Tetapi Seruni ga kehabisan akal. Kami pun berjalan menyusuri Pantai Kuta hingga ke ujung, dan ... voila... kami menemukan pantai Kuta yang sepi.
Meeting pun dimulai.
Tim mulai lapar.
Akhirnya kami mencari penjual makanan (tentu saja cari yang paling murah) tetapi kami tak yakin apa makanan yang di jual Halal atau tidak.
Korla pun memberi ide, kalau kami beli nasi putih saja di McD.
Nasi putih saja? :o
Jangan khawatir.. tak segitunya kami demi menghemat uang.
Sebenarnya kami membawa bekal dari Padang. RENDANG. Masakan terenak sedunia dan tahan hingga berbulan-bulan.
Nasi McD pake rendang!
Hahahaa :D

Rendang ini juga yang menyelematkan perut kami saat di stasiun Gubeng.
Menunggu kereta yang berangkat jam 9.20 tentunya membuat kami lapar. Kami pun hanya membeli nasi putih.
Rendang is the best !!

Pukul 23.00 WITA, kami berangkat menuju Pelabuhan Padang Bai.
Setiba di Pelabuhan, kami menuju loket penjualan tiket dan langsung menaiki fery.
Tak lama setelah itu, kapal Fery pun bergerak meninggalkan Pulau Dewata.
Penyeberangan ke Lombok ini memakan waktu kurang lebih 6 jam dengan kondisi ombak yang cukup tenang.
Penyakit saya di kereta api ekonomi Jakarta-Surabaya kambuh lagi!
Berada di dalam kapal tengah malam sangatlah dingin dan membuat saya selalu lapar.
Pop Mie lah yang menjadi penyelamat saya!

**********
Saya bukannya promo, dibayarpun tidak untuk menuliskan merk ini, tapi memang saya punya kenangan khusus dengan Pop Mie ini seperti yang saya tuliskan di episode sebelumnya.
Gara-gara ekspedisi inilah saya jadi suka Pop Mie padahal sebelumnya saya tak mau makan karena takut pengawetnya.
**********

Suasana kapal Fery Bali - Lombok sedikit berbeda dengan Jawa - Bali.
Jika Fery Jawa – Bali penumpangnya banyak orang lokal dan agak sumpek, tetapi penumpang Fery Bali – Lombok lebih dominan turis mancanegara. Meskipun rame juga, tetapi karena teratur jadinya ga terlalu sumpek.
Saya lebih menikmati Fery Bali – Lombok ini.



Next. Seruni XPDC Eps. 11

Touchdown Lombok Island !!!

No comments:

Post a Comment

 
Blogger Templates