Pagi ini,
10 Februari 2016
saya dimention seorang teman tentang twit Prof Rhenald Kasali.
saya merasa ini info yang sangat penting!
dan saya punya kewajiban menyebarkan informasi pada teman-teman.
semoga menjadi ilmu yang bermanfaat, dan membuka pikiran kita semua.
ini saya copas dari akun twitter Prof Rhenald Kasali
'saya mohon maaf atas kelancangan saya pak Prof, tapi dengan inilah cara saya menyimpan suatu informasi penting yang nantinya bisa saya buka lagi. Semoga Bapak berkenan. terimakasih'
(1) Kita bahas bagaimana bangsa-banga merespons Urbanisasi yang menjadi fenomena Asia abad 21... Apa saja peluang dan keributannya?
(2) Dulu filsuf Plato yg memicunya, ia memperkenalkan konsep Polis (kota): komunitas dgn 5000 jiwa shg efisien & memicu partisipasi publik
(3) Sejak itu bangsa2 bertarung membangun komunitas besar...belajar hidup dalam sebuah kota...orang desa perlahan2 dibawa ke kota
(4) Thebes mjelma jd kota bsr purba (Mesir, 1050 SM) 50.000 jiwa. Babilon (Irak, 500 SM) 150.000 jiwa. Athena (Yunani, 423 SM) 300.000 jiwa
(5) lalu Pataliputra (India 300 SM) 400.000 jiwa. Roma (98-117 SM) 1,6 juta. London (1900) 6,5 juta. New York (1940), 7,45 juta jiwa
(6) Kalau ke Roma mintalah ditunjukkan bgmn bangsa ini mbangun saluran air bersih berpuluh-puluh kilometer. Jejaknya msh bs dilihat
(7) Dari dunia Barat yg menakutkan Robert Malthus ( pangan akan kalah dgn kcptn pertumbuhan manusia), Urbanisasi menjadi fenomena Asia
(8) Tokyo, Jakarta, Shanghai, Delhi, Manila, Seoul, Karachi, dan Beijing. Semuanya di atas 20 juta jiwa. Belum lagi Bangkok, HK, Taipei dll
(9) Selain jumlah penduduk urban membesar, kepadatan (density) nya menggila. Tokyo 4.400/km2, Jakarta 9.500/km2. delhi 12.100/km2 lalu..
(10) Lalu Manila 15.300/km2, seoul 10.400, Karachi 23.400, Guangzhou 7.500, Shanghai 6100 dst...Pokoknya ini abad Urban Asia
(11) "By 2025, nearly 2,5 billion people will live in cities in Asia," tulis Dobbs, Manyika dan Woetzel (2015). Ketiganya dari McKinsey
(12) Maka Asia mengalami dilema perebutan air bersih, pengelolaan sampah, lapangan kerja, pendidikan (bgmn mendapatkan guru yg baik)..
(13) Juga kriminalitas, lahirnya ormas2 preman, polusi, masalah security, transportasi publik vs transportasi pribadi, public stress, dst
(14) Mk peradapan kota jd tantangan. Akan tampak apakah suatu bangsa pandai menata kehidupan, menggunakan urbanisasi sbg peluang or ancaman
(15) Yang memandang sbg ancaman akan memulangkan pendatang2 baru,
melakukan razia KTP di teminal2 kedatangan, operasi Justisia dst
(16) Sebaliknya pemimpin yg smart justru menggunakannya sbg kekuatan
ekonomi baru, sbg tantangan bg peningkatan kesejahteraan bangsa
(17) Coba kita lihat data Indonesia. Populasi urban (2005) baru 43% (dengan size of economy USD 0,7 Trilyun) kini mencapai 50% (USD 1T)

No comments:
Post a Comment