Social Icons

Pages

Thursday, October 8, 2015

Seruni XPDC Eps.3




Kita pending sejenak tentang petualangan para gadis ini.
Saya ingin Anda berkenalan lebih lanjut dengan tim Seruni.


1.    Dimulai dari Koordinator Lapangan Suria Tresna



Mahasiswi Jurusan Teknologi Hasil Pertanian angkatan 2004. Lahir di Padang tanggal 13 Mei 1986
Badan paling tinggi dari kami berenam dan paling tangguh (menurut saya dan sepertinya begitu) salah satu alasan yang menjadikan Tuya’ dipilih menjadi Koordinator.

Motto Hidup (saat diwawancara untuk membuat laporan Seruni) :
“Teruslah bermimpi setinggi langit, karena langit tak pernah menjauh”

Kalau ditanya motto hidup saat ini mungkin saja sudah berbeda karena Tuya’ sudah menjadi ibu 2 anak, Seruni Kids 01 dan Seruni Kids 02, nomor register dari para generasi penerus Seruni. Selain menjadi ibu, tuya’ juga bekerja di sebuah bank.

Pertama kali saya terniat untuk menulis tentang Seruni, saya langsung meminta izin pada semua tim dan Tuya’ adalah orang yang paling lama menjawab pesan saya, karena pekerjaan dan kesibukan seorang ibu mungkin. Esoknya saya dapat balasan, dan apa jawaban korla (; koordinator lapangan) ?

“ Boleh-boleh.. ntar royalti nya bagi-bagi yaa....”

Hahaha :D

Semoga saja ada penerbit yang berbaik hati dan tak sengaja nyasar ke blog ini dan berniat utk membukukannya, tentu saya akan bagikan royaltinya korla....

( aamiin..aamiin..aamiin)

Tim Seruni paling suka ber pose 'anak hilang' yang memang diprakarsai oleh korla!
( sampai-sampai di akun fb korla ada album khusus 'anak ilang'... ssttt )
Tuya’ ini tidak suka dengan Gita Gutawa! Saat saya tanya kenapa tidak suka, korla menjawab karena suaranya!

2.    Saya


Nama lengkap saya Yelly Monika Rahma Yenti. Mahasiswi Jurusan Teknologi Hasil Pertanian angkatan 2004. Lahir di Krui Lampung, tanggal 27 Juli 1986.

Bertolak belakang dengan korla, saya adalah tim dengan tubuh paling imut-imut dibanding dengan yang lain :)
Karena itu juga sepanjang perjalanan Seruni saya sering dijadikan bahan becandaan teman-teman bahkan teman-teman baru yang kami temui di lokasi pun begitu. Mereka sepertinya tidak yakin kekuatan tubuh saya menyandang backpack yang lebih lebar dari badan saya!

Tenang sob, untuk itulah saya perlu latihan fisik dari jauh-jauh hari agar kami lebih tangguh dan otot-otot tubuh sudah terbiasa menyangga beban berat.

Motto Hidup (saat diwawancara untuk membuat laporan Seruni) :
Ora et labora” ( Berdoa dan berusahalah ) dan “Asshabru dhiyaaun” ( Sabar adalah cahaya yang gilang gemilang)

Jika ditanya sekarang, masih kalimat itulah yang menjadi pegangan saya! Berdo’a, berusaha, dan bersabar, insyaAllah semua akan indah pada waktunya.

Saya tidak terlalu pandai merangkai kata, tetapi saya senang menulis.
Sejak SD saya sering menulis cerpen, puisi, dll bahkan SD kelas 4 saya pernah menulis majalah saya sendiri, yang tentu saja tidak untuk diperjualbelikan. Hanya untuk saya sendiri. Majalah yang terbuat dari gabungan kertas buku yang dibagi dua, gambar sampul yang saya contek dari sampul Bobo. Ada daftar isi, cerpen, puisi, bahkan ramalan bintang (yang tentu saja saya contek).
Semoga pembaca semua suka dengan cerita Seruni ini dan menjadi inspirasi bagi para penjelajah negeri untuk selalu mengeksplor keindahan Indonesia.

3.   Rini Nofrida

 Lahir di Solok Sumatera Barat, tanggal 23 November 1987 adalah seorang Mahasiswi Jurusan THP 2005. Yup, adik angkatan saya dan Tuya’. Rini adalah warga KOMMA dan bergabung dalam tim setelah kami mengadakan sosialiasi di organisasi.
Rini, saya lebih suka memanggilnya burin, dipilih menjadi tim konsumsi Seruni karena hobi makan dan hobi masaknya. Walaupun masing-masing tim dipilih untuk bidang yang berbeda-beda, tetapi tetap saja semua dikerjakan bergotong royong, hanya saja fokus masing-masing yang berbeda.
Motto Hidup (saat diwawancara untuk membuat laporan Seruni) :
Hidup akan indah ketika kamu menganggapnya indah

Bener banget!

Burin sekamar dengan Tuya’ di kos-an sehingga mereka sudah tahu dengan karakter masing-masing. Selama diperjalanan Seruni, adu mulut dan adu tawa antara mereka berdualah yang paling banyak mencairkan suasana. Memang dasarnya mereka berdua susah diam J

Saat ini, burin menjadi dosen dikampus yang menjadi tumpangan hidup kami selama perjalanan Seruni di Lombok, Universitas Mataram. Jadinya manggil bukan burin lagi donk, jadinya Bu Rin ..... hehehe

Selamat ya Bu Rin karena semuanya dilancarkan. Semoga cepat beradaptasi di kampus baru dan menjadi dosen idaman mahasiswa. Yang penting jangan galak-galak sama mahasiswa, kasihan.

4.   Hultayuni Delseana



Mahasiswi jurusan Ilmu Tanah angkatan 2007. Lahir di Koto Berapak SumBar tanggal 16 Juni 1989.
Sama seperti burin, Ita bergabung dengan Seruni setelah sosialisasi kegiatan di organisasi.

Motto Hidup (saat diwawancara untuk membuat laporan Seruni) :
Hidup penuh dengan sebuah pilihan yang harus dipilih dan dijalani

Ita adalah anggota paling kecil umurnya tetapi saya salut dengan dia. Ita adalah wanita yang tangguh dan cara berfikirnya tidak kalah dengan kami yang lebih tua, mungkin karena didikan di organisasi yang menjadikan Ita seperti itu sehingga Ita dipercaya menjadi bendahara di tim.

Seru juga ada yang umurnya paling kecil diantara semua tim, karena terkadang ia akan jadi bahan becandaan dan jadi korban tertawa yang lain. Salut untuk Ita yang menerima semuanya dengan santai dan tahu kakak-kakaknya hanya bercanda. Hehe .. peace tadut.. J

Saat ini Ita stay di Kota Padang dan berkegiatan di salah satu NGO.

5.   Novi Rayanti


Jeng No. Begitu saya memanggilnya.
Satu angkatan dengan saya dan Tuya’, jurusan THP 2004. Lahir di Kerinci 2 November 1986.

Novi adalah satu-satunya seruni yang bukan orang Minang. Asli Melayu Riau.
Saya ingat ditahun awal kuliah kami, novi yang biasa berbahasa melayu mencoba untuk berbahasa Minang adalah hal yang paling sukses membuat kami tertawa lebar karena logatnya yang lucu. Kalau sekarang jangan ditanya, sudah lancar berbahasa Minang!

Seruni Kids 03 adalah nomor register untuk Rayyan, anak bujang novi yang lahir pada tanggal 30 Agustus 2015 lalu. Cepat besar nak, gunung menantimu untuk didaki.

Jeng No punya laptop, jadilah dia yang bertugas mendesain dan menyusun segala tetek bengek Seruni. Desain baju, stiker, buku pegangan tim, dan laporan Seruni semua Novi yang buat. Seperti noted yang saya tulis di Eps. Opening, tulisan ini saya tulis berdasarkan laporan perjalanan yang kami pegang, jadi sedikit banyak tentu ada kesamaan dengan laporan perjalanan.

Saya adalah fans semua desain dan editannya. Simple tetapi berkelas. Itu kata saya.
Motto Hidup (saat diwawancara untuk membuat laporan Seruni) :
Think you can, believe you can and keep pray

6.   Andina Gita Pratiwi

Peserta nyasar. Satu-satunya yang bukan dari Pertanian. Andin mahasiswi Akuntansi angkatan 2005. Tetapi jangan tertipu dengan angkatan, karena dia sebenarnya angkatan 2004 tetapi sempat kuliah di Medan jadi masuk ke Unand angkatan 2005. *Peace tek ina*
Andin adalah teman se kos saya, saat saya cerita tentang Seruni dia pun tertarik dan akhirnya mendaftar. Andin ini sebenarnya hobi jalan tetapi karena belum ketemu partner yang pas aja, nah pas lah ketemu saya J
Sejak terdaftar jadi tim Seruni, Andin jadi memulai petualangannya menjelajahi alam, naik gunung, dll.
Sebelumnya, Andin tidak kenal anggota Seruni yang lain, itulah gunanya latihan fisik dan try out diadakan, agar memperkokoh kekompakan antar anggota.
*Cerita tentang Try Out akan ada di episode 5
............
Saya bingung mau nulis apa tentang Andin, karena sejak se kos dengan saya tahun 2005 sampai sekarang kami selalu bersama, bertualang bersama, bekerja di perusahaan yang sama dan sekarang buka usaha bersama. Jadi kalau mau cerita, tentu sangat banyak yang ingin saya ceritakan.
Yang perlu diketahui tentang Andin saya rasa cukup ini:
Lahir di Solok Sumatera Barat, tanggal 3 April 1986.
Motto Hidup (saat diwawancara untuk membuat laporan Seruni) :
You are what you think

Perkenalan memang tak cukup hanya melalui tulisan, tetapi setidaknya sudah mewakili.

Next. Seruni XPDC Eps.4

No comments:

Post a Comment

 
Blogger Templates