Kita pending sejenak tentang
petualangan para gadis ini.
Saya ingin Anda berkenalan
lebih lanjut dengan tim Seruni.
1. Dimulai dari Koordinator
Lapangan Suria Tresna
Mahasiswi Jurusan Teknologi
Hasil Pertanian angkatan 2004. Lahir di Padang tanggal 13 Mei 1986
Badan paling tinggi dari kami
berenam dan paling tangguh (menurut saya dan sepertinya begitu) salah satu
alasan yang menjadikan Tuya’ dipilih menjadi Koordinator.
Motto Hidup (saat diwawancara
untuk membuat laporan Seruni) :
“Teruslah
bermimpi setinggi langit, karena langit tak pernah menjauh”
Kalau ditanya motto hidup saat
ini mungkin saja sudah berbeda karena Tuya’ sudah menjadi ibu 2 anak, Seruni
Kids 01 dan Seruni Kids 02, nomor register dari para generasi penerus Seruni.
Selain menjadi ibu, tuya’ juga bekerja di sebuah bank.
Pertama kali saya terniat untuk
menulis tentang Seruni, saya langsung meminta izin pada semua tim dan Tuya’
adalah orang yang paling lama menjawab pesan saya, karena pekerjaan dan
kesibukan seorang ibu mungkin. Esoknya saya dapat balasan, dan apa jawaban
korla (; koordinator lapangan) ?
“ Boleh-boleh.. ntar royalti
nya bagi-bagi yaa....”
Hahaha :D
Semoga saja ada penerbit yang
berbaik hati dan tak sengaja nyasar ke blog ini dan berniat utk membukukannya,
tentu saya akan bagikan royaltinya korla....
( aamiin..aamiin..aamiin)
Tim Seruni paling suka ber pose 'anak hilang' yang memang diprakarsai oleh korla!
( sampai-sampai di akun fb korla ada album khusus 'anak ilang'... ssttt )
Tuya’ ini tidak suka dengan
Gita Gutawa! Saat saya tanya kenapa tidak suka, korla menjawab karena suaranya!
2. Saya
Nama lengkap saya Yelly Monika Rahma Yenti. Mahasiswi
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian angkatan 2004. Lahir di Krui Lampung, tanggal
27 Juli 1986.
Bertolak belakang dengan korla,
saya adalah tim dengan tubuh paling imut-imut dibanding dengan yang lain :)
Karena itu juga sepanjang
perjalanan Seruni saya sering dijadikan bahan becandaan teman-teman bahkan
teman-teman baru yang kami temui di lokasi pun begitu. Mereka sepertinya tidak
yakin kekuatan tubuh saya menyandang backpack yang lebih lebar dari badan saya!
Tenang sob, untuk itulah saya
perlu latihan fisik dari jauh-jauh hari agar kami lebih tangguh dan otot-otot
tubuh sudah terbiasa menyangga beban berat.
Motto Hidup (saat diwawancara
untuk membuat laporan Seruni) :
“Ora et labora” ( Berdoa dan
berusahalah ) dan “Asshabru dhiyaaun” ( Sabar adalah cahaya yang gilang
gemilang)
Jika ditanya sekarang, masih
kalimat itulah yang menjadi pegangan saya! Berdo’a, berusaha, dan bersabar,
insyaAllah semua akan indah pada waktunya.
Saya tidak terlalu pandai
merangkai kata, tetapi saya senang menulis.
Sejak SD saya sering menulis
cerpen, puisi, dll bahkan SD kelas 4 saya pernah menulis majalah saya sendiri,
yang tentu saja tidak untuk diperjualbelikan. Hanya untuk saya sendiri. Majalah
yang terbuat dari gabungan kertas buku yang dibagi dua, gambar sampul yang saya
contek dari sampul Bobo. Ada daftar isi, cerpen, puisi, bahkan ramalan bintang
(yang tentu saja saya contek).
Semoga pembaca semua suka
dengan cerita Seruni ini dan menjadi inspirasi bagi para penjelajah negeri
untuk selalu mengeksplor keindahan Indonesia.
3.
Rini Nofrida
Lahir di Solok Sumatera Barat,
tanggal 23 November 1987 adalah seorang Mahasiswi Jurusan THP 2005. Yup, adik
angkatan saya dan Tuya’. Rini adalah warga KOMMA dan bergabung dalam tim
setelah kami mengadakan sosialiasi di organisasi.
Rini, saya lebih suka memanggilnya
burin, dipilih menjadi tim konsumsi
Seruni karena hobi makan dan hobi masaknya. Walaupun masing-masing tim dipilih
untuk bidang yang berbeda-beda, tetapi tetap saja semua dikerjakan bergotong
royong, hanya saja fokus masing-masing yang berbeda.
Motto Hidup (saat diwawancara
untuk membuat laporan Seruni) :
“ Hidup akan indah ketika kamu
menganggapnya indah”
Bener banget!
Burin sekamar dengan Tuya’ di
kos-an sehingga mereka sudah tahu dengan karakter masing-masing. Selama diperjalanan
Seruni, adu mulut dan adu tawa antara mereka berdualah yang paling banyak
mencairkan suasana. Memang dasarnya mereka berdua susah diam J
Saat ini, burin menjadi dosen
dikampus yang menjadi tumpangan hidup kami selama perjalanan Seruni di Lombok,
Universitas Mataram. Jadinya manggil bukan burin
lagi donk, jadinya Bu Rin .....
hehehe
Selamat ya Bu Rin karena
semuanya dilancarkan. Semoga cepat beradaptasi di kampus baru dan menjadi dosen
idaman mahasiswa. Yang penting jangan galak-galak sama mahasiswa, kasihan.
4.
Hultayuni Delseana
Mahasiswi jurusan Ilmu Tanah angkatan 2007. Lahir di Koto Berapak SumBar tanggal 16 Juni 1989.
Sama seperti burin, Ita bergabung dengan Seruni setelah
sosialisasi kegiatan di organisasi.
Motto Hidup (saat diwawancara
untuk membuat laporan Seruni) :
“Hidup penuh dengan sebuah
pilihan yang harus dipilih dan dijalani”
Ita adalah anggota paling kecil
umurnya tetapi saya salut dengan dia. Ita adalah wanita yang tangguh dan cara
berfikirnya tidak kalah dengan kami yang lebih tua, mungkin karena didikan di organisasi
yang menjadikan Ita seperti itu sehingga Ita dipercaya menjadi bendahara di
tim.
Seru juga ada yang umurnya
paling kecil diantara semua tim, karena terkadang ia akan jadi bahan becandaan
dan jadi korban tertawa yang lain. Salut untuk Ita yang menerima semuanya
dengan santai dan tahu kakak-kakaknya hanya bercanda. Hehe .. peace tadut.. J
Saat ini Ita stay di Kota
Padang dan berkegiatan di salah satu NGO.
5.
Novi Rayanti
Jeng
No. Begitu saya memanggilnya.
Satu
angkatan dengan saya dan Tuya’, jurusan THP 2004. Lahir di Kerinci 2 November
1986.
Novi
adalah satu-satunya seruni yang bukan orang Minang. Asli Melayu Riau.
Saya
ingat ditahun awal kuliah kami, novi yang biasa berbahasa melayu mencoba untuk
berbahasa Minang adalah hal yang paling sukses membuat kami tertawa lebar
karena logatnya yang lucu. Kalau sekarang jangan ditanya, sudah lancar
berbahasa Minang!
Seruni
Kids 03 adalah nomor register untuk Rayyan, anak bujang novi yang lahir pada
tanggal 30 Agustus 2015 lalu. Cepat besar nak, gunung menantimu untuk didaki.
Jeng
No punya laptop, jadilah dia yang bertugas mendesain dan menyusun segala tetek
bengek Seruni. Desain baju, stiker, buku pegangan tim, dan laporan Seruni semua
Novi yang buat. Seperti noted yang saya tulis di Eps. Opening, tulisan ini saya
tulis berdasarkan laporan perjalanan yang kami pegang, jadi sedikit banyak
tentu ada kesamaan dengan laporan perjalanan.
Saya
adalah fans semua desain dan editannya. Simple tetapi berkelas. Itu kata saya.
Motto Hidup (saat diwawancara
untuk membuat laporan Seruni) :
“ Think you can, believe you
can and keep pray “
6.
Andina Gita Pratiwi
Peserta nyasar. Satu-satunya
yang bukan dari Pertanian. Andin mahasiswi Akuntansi angkatan 2005. Tetapi
jangan tertipu dengan angkatan, karena dia sebenarnya angkatan 2004 tetapi
sempat kuliah di Medan jadi masuk ke Unand angkatan 2005. *Peace tek ina*
Andin adalah teman se kos saya,
saat saya cerita tentang Seruni dia pun tertarik dan akhirnya mendaftar. Andin
ini sebenarnya hobi jalan tetapi karena belum ketemu partner yang pas aja, nah
pas lah ketemu saya J
Sejak terdaftar jadi tim
Seruni, Andin jadi memulai petualangannya menjelajahi alam, naik gunung, dll.
Sebelumnya, Andin tidak kenal
anggota Seruni yang lain, itulah gunanya latihan fisik dan try out diadakan,
agar memperkokoh kekompakan antar anggota.
*Cerita
tentang Try Out akan ada di episode 5
............
Saya bingung mau nulis apa
tentang Andin, karena sejak se kos dengan saya tahun 2005 sampai sekarang kami
selalu bersama, bertualang bersama, bekerja di perusahaan yang sama dan
sekarang buka usaha bersama. Jadi kalau mau cerita, tentu sangat banyak yang
ingin saya ceritakan.
Yang perlu diketahui tentang
Andin saya rasa cukup ini:
Lahir di Solok Sumatera Barat,
tanggal 3 April 1986.
Motto Hidup (saat diwawancara
untuk membuat laporan Seruni) :
“ You are what you think “
Perkenalan memang tak cukup
hanya melalui tulisan, tetapi setidaknya sudah mewakili.
Next.
Seruni XPDC Eps.4






No comments:
Post a Comment