Social Icons

Pages

Monday, September 28, 2015

SERUNI XPDC Eps.1





SERUNI XPDC 2009. Begitulah ekspedisi ini dinamakan.

Resminya, Seruni adalah kependekan dari SEmeRu –AgUng – RinjaNI, nama Gunung yang akan kami daki, namun pada saat keberangkatan ternyata peserta ekspedisi yang berangkat pun mencerminkan nama SERUNI tersebut.

Nama Seruni adalah nama bunga, bunga identik dengan wanita, dan voila.. semua tim Seruni yang jadi berangkat adalah wanita (setelah membuka pendaftaran peserta beberapa lama). Selain itu, setiap huruf kata SERUNI juga bisa menjadi perwakilan masing-masing peserta karena lagi-lagi ( seperti sudah ditakdirkan ) jumlah Tim Seruni adalah 6 orang.

Jadi tidak resminya, Seruni adalah 6 gadis berani yang melakukan ekspedisi 24 hari dengan carier gede dipunggung dan seragam merah yang kalo dari jauh dikira pramugari Air Asia.

Bukti otentik bahwa kami ( mirip ) Pramugari AA

Tolong jangan dibantah! Biarkan kami merasa seperti itu!

Mari kita berkenalan dengan masing-masing Tim Seruni : 
1.       Suria Tresna
Seorang Mahasiswi jurusan Teknologi Hasil Pertanian angkatan 2004
Dipilih sebagai Koordinator Seruni

2.       YElly Monika R
Ini saya.
Juga seorang Mahasiswi jurusan Teknologi Hasil Pertanian angkatan 2004
Jadi Tim Perlengkapan

3.       Rini Nofrida
Adik Angkatan kami
Mahasiswi jurusan Teknologi Hasil Pertanian angkatan 2005
Menjadi Tim Konsumsi

4.       HUltayuni Delseana
Mahasiswi jurusan Ilmu Tanah angkatan 2007
Sebagai Bendahara

5.       Novi Rayanti
Mahasiswi jurusan Teknologi Hasil Pertanian angkatan 2004
Tim Publikasi & Dokumentasi

6.       AndIna Gita
Mahasiswi jurusan Akuntansi angkatan 2005
Tim P3K

( Anda sudah menemukan kata SERUNI dari nama-nama kami? Berarti Anda adalah orang yang teliti! )

Kami ber-6 berasal dari Universitas Andalas Padang.

Seperti bisa dilihat dari data diatas, kami bertiga, saya, Novi dan Suria adalah teman seangkatan. Novi dan Tuya’ – biasa Suria dipanggil, pada awalnya yang merencanakan ekspedisi ini. Mereka berdua adalah anggota KOMMA (Kelompok Mahasiswa Mencintai Alam) Fakultas Pertanian Unand dan mereka ingin mengibarkan kembali bendera KOMMA di puncak-puncak tertinggi Indonesia.

Saya, yang sempat mendaftar jadi anggota KOMMA namun batal melanjutkan karena alasan pribadi, sangat antusias mendengar ide cemerlang ini disamping saya juga butuh waktu menyusun kembali semangat saya yang tercerai berai dalam menyelesaikan skripsi. Keinginan yang sedikit emosional memang, namun kesadaran dan tanggung jawab untuk mencintai dan menjaga lingkunganlah yang harus didahulukan. Bukan lagi saatnya penaklukan puncak tertinggi yang menjadi tujuan utama. Sehingga niat pun kembali diluruskan.

Kami sangat antusias dalam mengumpulkan semua informasi yang dibutuhkan untuk ekspedisi ini. Yang paling saya ingat, kami bertiga duduk di kafe fakultas, ditemani teh es yang harganya bersahabat dengan kantong mahasiswa, kadang-kadang kalau sedang ada uang, makan siang juga (eh ini saya, novi dan tuya’ sih biasa makan dikafe).

Kami sengaja cari PW alias Posisi Wueenak dan meja agak besar karena akan sangat banyak kertas-kertas yang bertebaran. Orang-orang yang melihat sekilas mungkin mengira kami sedang sibuk menyusun bahan skripsi, tapi maaf teman kalian salah sangka, peta bukanlah bahan untuk skripsi kami yang jurusan Teknologi Hasil Pertanian ini!

Novi yang bertugas menyusun itinerary ekspedisi dan dari novi jugalah saya pertama kali belajar menyusun itinerary yang baik (Thanks ya jeng *sambil ngusap mata bukan karena terharu tetapi karena belekan*). Dengan laptop, peta, tabel itinerary, dan beberapa kertas buram kami bertiga mulai bekerja. Perlu teman ketahui, planning ini dimulai sejak November 2008. Novi dan Isur yang melihat ada tiket pesawat promo Padang-Jakarta PP hanya Rp. 150.000,- langsung membeli dan berfikir sayang juga kalau sudah ke Jawa hanya di Jakarta aja.

Sedangkan saya, yang saat itu tidak punya uang, belum beli tiket seperti mereka, hanya bermodalkan semangat! Karena dengan ide ekspedisi ini, saya jadi lebih semangat bangun pagi, lebih semangat pergi ke kampus, dan yang terpenting lebih semangat browsing internet karena sebelumnya saya ke warnet hanya rajin buka Facebook, Twitter dan Youtube.

UANG! Adalah hal yang paling krusial di ekspedisi ini. Kami yang hanya mahasiswa, apalagi mahasiswa tingkat akhir yang butuh dana banyak untuk penelitian, tentu tidak punya banyak dana untuk ekspedisi. Minta orang tua sangatlah tidak mungkin. Orang tua mana yang mengijinkan anaknya meninggalkan skripsi hanya untuk melakukan ekspedisi naik gunung!

Akhirnya, kami bertiga memutuskan untuk membuat proposal dan mengajukan proposal pada instansi terkait.
Menyusun proposal tidaklah mudah. Banyak hal yang harus dipertimbangkan. Tema, tujuan, dan bagian-bagian proposal lainnya.

Dan, mulailah kami berembuk... 



next.
SERUNI XPDC Eps.2

No comments:

Post a Comment

 
Blogger Templates