Percayalah
Saya pernah melaluinya
Saya pernah menjadi seorang yang mempunyai
kepercayaan tinggi dan saking tingginya saya tidak mau mendengarkan apa yang
orang lain beritahu
Saya merasa ilmu saya lebih baik dari mereka,
jadi mengapa saya harus mendengarkan mereka?
Fiuhh...
Dibayangkan sekarang memang agak miris
Saya “mantan” orang sombong, pemilih dan “too
proud to be me”
Seperti itulah saya dahulu!
Tapi, setelah sekian banyak batu yang membuat
saya tersandung, mulai dari yang kecil hingga batu yang sebesar rumah pun, akhirnya
membuat saya tersadar dan bertanya-tanya ‘apa untungnya saya menjadi seorang
yang pongah seperti itu?’
Dengan batu itu pulalah, saya bisa menempatkan
tingkat keegoisan saya pada posisi yang benar.
Menjadi egois memang sudah harkatnya setiap
manusia, tetapi yang membedakan antar manusia adalah penempatan dan kadar
masing-masing individu.
Percaya diri PENTING!
Egois juga PERLU!
Tapi secukupnya!
Seperti menambahkan garam pada kuah sop, jika
terlalu banyak akan asin dan tidak akan disentuh orang yang makan, tetapi jika
kadarnya pas, maka beramai-ramailah orang menyantapnya.
Tapi saya tak pernah menyesal saya pernah
seperti itu sebelumnya, karena dengan melewati nya saya menjadi sadar dan hal
itu juga yang menjadikan saya seperti sekarang.
Tak ada yang perlu disesali!
Saat ini, banyak saya lihat orang lain yang
berlaku seperti saya sebelumnya.
Saya berfikir keras,
‘Apa yang harus saya lakukan dengan mereka?’
‘Bagaimana saya bisa menyadarkan mereka?’
‘Apa saya hanya diam saja dan membiarkan mereka
berubah dengan pengalaman mereka sendiri?’
Ah......
Saya tak tega!
Tapi saya juga tak tahu harus bagaimana dengan
mereka,
Bagaimana mengungkapkannya,
Saya tidak dalam hubungan yang bisa saling berdebat
dengan mereka!
Untuk saat ini, biarkanlah saja....
Pada saatnya, mereka butuh, mereka akan datang,
Dan saat itu saya akan membantu mereka!
Itulah yang terbaik saat ini!
Pekanbaru,
12 sept 2015
11.33 AM
No comments:
Post a Comment