Social Icons

Pages

Sunday, November 24, 2013

'D'


DIALAH ‘D’

‘Entah apa yang ada di dalam fikirannya!’
Selalu itu yang menggema dalam fikiranku setiap kali ku baca tulisannya. Seperti setiap atom dalam tubuhnya berisi jutaan ilmu pengetahuan dengan beragam kata-kata tak lazim.

Berat, hi-class, dan membingungkan adalah defenisi tentang tulisan-tulisannya, itu pendapat sebagian orang yang sudah terbiasa dengan bacaan yang semua lapisan bisa memahami ataupun orang-orang yang biasa mengkonsumsi bacaan yang membuatnya bisa mojok disudut ruangan kuliah sambil tertawa-tawa sendiri. Tapi  bagiku, tulisannya seperti membuka wajah dunia yang selama ini tersimpan dan tak tahan untuk diobrak-abrik manusia berintelegensia tinggi. Ternyata dunia menyimpan begitu banyak rahasia, Sob!

Aku, seperti yang sering kukatakan pada orang-orang di sekitarku adalah seorang yang mempunyai ‘khayalan’ tingkat tinggi. Bukan berarti aku hanyalah seorang penghayal, bukan juga berarti aku seorang yang tidak suka dengan dunia ‘apa adanya’, tetapi ada masanya aku akan terdiam ditengah keramaian dan membayangkan hal-hal yang terkadang tak pernah terbayangkan orang lain. Begitu sulit aku mendeskripsikannya.

Andai atom-atom tubuhnya bisa ditransplantasikan ke dalam tubuhku, tentu akan ku serap semua isinya dan kusebarkan keseluruh inci bagian tubuhku yang lain.
Tapi, aku berfikir lagi, apa mampu otakku menahan semua ledakan ilmu pengetahuannya yang kurasa begitu jauh dari apa yang ku punya saat ini?

Tunggu!! Jangan semua ilmumu ditransfer, karena aku belum siap! Aku sepertinya hanya mampu menampung secuil dari semua.

Ah, begitu amatirnya aku sehingga untuk menuliskan perasaanku pun tak begitu bagus. Tapi aku tak khawatir, karena ini cukup bagiku.

Setiap membaca tulisannya, entah kenapa aku selalu mengaitkan si pelaku cerita dengan dia. Seperti ‘Zarah’ yang memiliki intelegensia lebih tinggi dari anak-anak seusianya dengan mengungkapkan hal-hal unik yang bahkan guru-guru pun belum tentu tahu. Dia tentu lebih cerdas daripada ‘Zarah’, tokoh ciptaannya, yang menurutku tentu ia akan seperti zarah jika berada di kerumunan orang-orang. Apakah ia memang berfikiran bahwa fungi memegang peranan penting dalam kehidupan diatas dunia ini? Entah. Atau ia akan seperti ‘___’* yang begitu mencintai kopi hingga mampu mendeskripsikan kopi secara mendalam yang bagi sebagian orang – termasuk aku – hanya cukup menjadi penikmat kopi. Bahkan aku yang pencinta cappucino selalu terfikirkan makna yang ia sebutkan bahwa penikmat cappucino adalah ___________________________

(*Bahkan untuk mengingat namanya saja aku harus membuka kembali buku ‘Filosofi Kopi’

Aku begitu tercengang pada kata-katanya yang seperti tiada batas. No limit intelegensia! Itu istilahku untuknya. Dia bisa punya cerita, dia juga bisa punya puisi. Tak jarang aku merasa merinding saat membaca kalimat-kalimatnya yang bagi orang lain, biasa saja. Aku seperti merasakan ada soul pada setiap puisi-puisinya, makna yang begitu dalam dengan kata-kata umum. Bagaimana bisa? Bagaimana bisa sebuah puisinya tentang kesunyian ‘hanyalah’ sebuah catatan kecil?

Aku bukan men-dewa-kannya, bukan juga menjadikannya Tuhan, aku hanya mengagumi apa yang patut dikagumi. Karunia Tuhan yang entah kenapa harus diturunkan padanya.

Aku, memang tak cerdas, bahkan –kuakui- daya ingatku pun terkadang berjalan tak sesuai porsi sehingga saat kalimat-kalimat ajaib melintas difikiranku, dia akan melintas begitu saja jika tak langsung kutuliskan. Sering terangkaikan kata-kata yang jika kutulis tentunya akan menjadi puisi yang begitu indah namun, karena aku sedang tak punya kertas, ia akan lewat begitu saja. Tak jarang pula cerita-cerita pendek yang jika kurangkaikan kata-katanya tentu akan menjadi cerita motivasi yang luar biasa tapi nasibnya hanya sampai di fikiranku saja tanpa bisa sampai pada orang-orang yang inginku motivasi.

Tapi tentu saja aku tak sehebat dia dalam merangkai kata-kata!

Aku bukan pshyco, bukan juga freak! Aku hanya seniman yang mempunyai keterbatasan kemampuan. Bahkan terdengar lucu saat aku mengakui aku ini seniman! Tepatnya seniman tanpa karya.
Bangga bahwa negara tercinta ini mempunyai seorang seperti dia yang selalu melihat sesuatu dari berbagai sisi.

Walaupun tiada orang yang akan setuju dengan pernyataanku ini, aku mengklaime bahwa ada secuil dirinya dalam diriku! Dia yang bisa menuliskan beberapa bait tulisan, yang dibilang puisi bukan, dibilang cerita juga bukan tapi begitu mendalam, aku juga punya tulisan itu.

Dia yang bisa merangkai kata-kata menjadi bait-bait puisi yang mungkin hanya dia yang tahu artinya, aku juga punya rangkaian kata – aku malu mengakuinya sebagai puisi – yang memang cuma aku yang tahu makna mendalam yang terkandung pada kata-kata itu.

Aku hanya bahagia bahwa ada dia yang menjadikan dunia menulis menjadi lebih luas dan tak harus seperti yang orang inginkan!
Padang, 11 mei 2012
12.00 WIB

1 comment:

 
Blogger Templates