Social Icons

Pages

Wednesday, May 2, 2012

euforia membaca


Aku Anak Kreatif’

Perasaan seperti ini selalu datang padaku!
Euphoria setelah menyelesaikan halaman terakhir sebuah buku. Merasa puas karena sudah khatam, senang dengan hal-hal & info-info baru yang diperoleh dan merasa jarak antara aku dan dunia sudah tak jauh lagi, seperti jarak 1 jengkal telapak tanganku yang kecil jika ujung jempol berada di Pulau SumateraIndonesia dan ujung jari kelingking berada di kutub Utara di globe dunia. Ah, betapa indahnya dunia ini jika slalu ditemani buku-buku.
Tiba-tiba dalam hati aku teringat guru TK ku yang pertama kali mengajarkanku membaca, Guru SD ku yang dengan sabar menuntunku hingga fasih membaca meskipun tak sempat ikut lomba membaca cepat. Pernahkah selama ini aku berterima kasih pada mereka meski hanya dilafalkan dalam do’a setiap habis shalat? Seingatku belum…

Status twitter ku tanggal 21 April, 'Trimakasih bwt guru SD yang udah ngajar gw mbaca shg gw bisa baca buku keren ini #partikel'

Pernah satu malam, tetangga kamarku di kos Kota PKU masuk ke kamar.
‘Kakak sedang apa?’
Aku jawab ‘sedang membaca’
Dia bertanya lagi, ‘Kakak ga’ bosan sendirian dikamar?’ dengan tatapan berharap agar aku mau pindah sekamar dengan dia.
Ku jawab lagi, ‘nggak bosan koq, ka nada buku’ kuberi senyuman manisku (ehem). Dia terdiam sambil melihatku melanjutkan perjuanganku membaca buku yang baru ku beli.

Jangan salah mengira bahwa aku adalah seorang kutu buku yang hanya akan selalu ditemani buku kemana-mana. BUKAN! Aku suka bersosialisasi. ‘I’m a kind person’ seperti yang aku tulis dipersentasi diri yang aku buat saat mengisi aplikasi beasiswa sekolah diluar negeri.

Tapi kalau sudah berhubungan dengan buku, urusan remeh temeh – beleceh weleh-weleh - yang lain jadi ga’ penting. Mau sendirian dikamar kek ( malah pengen sendiri kalau lagi baca ), mau diskon besar-besaran merk sandal terkenal kek, jadi ga’ penting. Kecuali merk sepatu sport terkenal lagi diskon 100 %! Hahaha.. ;-D #ngarepmodeon

Kecintaan terhadap buku sepertinya imbas sejak aku masih duduk dibangku SD. Saat itu, aku seorang ‘admire’-nya Bobo, meski Bobo ga’ tahu. Dengan uang jajan yang aku sisihkan, meskipun harus diganti dengan jam istirahat sekolah aku lari pulang kerumah untuk makan, aku menjadi pelanggan setia Bobo. Sampai suatu hari, minggu yang cerah, saat acara ‘Album Minggu’ *ga’penting*, aku seperti mendapat petunjuk bahwa aku harus menciptakan bukuku sendiri!

Aku harus menciptakan buku yang bisa dibaca teman-teman sekolahku!
Akhirnya kukumpulkan peralatan ku yang seadanya seperti buku kosong bergaris tengah, gunting, penggaris, pensil, rautan, penghapus, rambutan & ikat rambut ( lha, apa hubungannya? ) & dimulailah terciptanya majalah pertamaku.

Kurang lebih prosesnya seperti ini :
1.     Sobek bagian tengah buku yang masih kosong
2.    Kertas dibelah dua ( karena ukuran majalahku adalah 9,1 x 12,85 cm a.k.a B5 dibelah 2 )
3.    Untuk gambar cover depan terpampang gambar Agnes Monica hasil jiplakan dari Bobo dengan coretan pensil, disertai dengan headlines masing-masing berita yang ada didalam majalah tentu saja dengan gaya yang berbeda-beda. Ada yang tipe cooper black 24, ada yang comic sans MC 12, dan tentu saja ada jenis tulisan yang tak ada di program manapun, yaitu tipe tulisan tangan ku berukuran abstrak! *kacau*. Setelah semuanya selesai, aku member majalahku sebuah nama yang akhirnya jatuh pilihanku pada ‘MaYe’ yang artinya ‘Majalah Yeli’
(Baru kusadari betapa polosnya seorang aku saat itu dengan menulis nama ‘Yeli’ yang seharusnya ditulis bergaya ‘Yelly’
4.    Makan rambutan 5 biji sambil memandangi cover yang sudah selesai ‘dicetak’
5.    Halaman pertama berisi ‘Daftar Isi’ – tidak ada yag istimewa dari daftar isi selain harus dihapus berulangkali sampai kertasnya robek karena isi majalahku selalu berubah-ubah seiring dengan apa yang ingin ku buat
6.    Halaman kedua berisi tentang ‘Cerita Sampul’
Dari judulnya udah ketahuan kalau halaman ini berisi cerita tentang orang yag ada disampulnyayang kebetulan saat itu tentang Agnes Monica yang membawakan music anak ‘tralala-trilili’ bareng kak Indra *sambil berfikir, orangnya sekarang kemana ya?*
Cerita sampul ini full tulisan sampai ke halaman 3 yang semua isinya tentu saja menjiplak dari majalah Bobo *tetep*
7.    Halaman 4 berisi cerpen – a.k.a cerita pendek yang lagi-lagi jiplak dari Bobo edisi bulan lalu dengan asumsi ‘kali aja teman-teman yag nantinya baca ‘Maye udah lupa kalau cerita itu pernah mereka baca di Bobo’ hehe.. Cerita ini hingga halaman 5 yang diselingi dengan gambar yang juga hasil lukisan tanganku *yang alasnya gambar serupa di Bobo*
( Ketahuan dah bakat plagiat ku udah ada sejak kecil, atau jangan-jangan sejak masih dalam kandungan kali karena berhasil menjiplak wajah Angelina jolie )
8.    Makan rambutan 5 buah sambil memandangi ‘masterpiece’ ku yang pertama
9.    Halaman 6 berisi puisi-puisi hasil jiplakan (tetep) yang dampaknya luar biasa hebat karena sampai sekarang aku jadi semakin suka menulis puisi
10. Dan halaman terakhir a.ka. halaman paling belakang adalah halaman promosi dengan tulisan ceker ayam ku , size 60 berisi;
“nantikan MaYe edisi 2! Jangan sampai ketinggalan!”
Aku menarik nafas lega karena ‘masterpiece’ku yang pertama sudah jadi.

Esoknya, dengan bahagia ku mendekap Maye edisi 1 didada sambil tersenyum manis berjalan ke sekolah dan ternyata respon dari teman-teman mengagetkanku seperti membangunkanku dari tidur panjangku. Satu kalimat yang sama yang mereka lontarkan, “ Ini udah ku baca semua!” satu kata yang menghancurkan bisnis majalah seorang anak SD kelas IV.

Setelah itu, aku kapok membuat majalah jiplakan. Minggu berikutnya aku buat komik ‘Petruk’ dengan bahasa Inggris, yang niat sebenarnya biar dibilang keren sama teman sekolah. Komik petruk ini tentu saja saya jiplak ( lagi ) dari komik sebenarnya. Dengan berbekal sebuah kamus Bahasa Indonesia-Bahasa Inggris, terciptalah komik Petruk pertamaku dan janganlah Anda heran jika Anda akan menemui kalimat sejenis ini :

Gareng ; gue mana bisa berenang, truk!
Yang ditranslet menjadi;
Gareng ; I where can swim, truk!

Atau seperti ini,
Petruk; Gue kagak takut sama loe, wahai Sundelbolong!
Yang ditranslet menjadi,
Petruk; I no fear with you, hi Sundelbolong!
Pekanbaru, 22 April 2012
00.23 WIB

No comments:

Post a Comment

 
Blogger Templates