‘Aku
Anak Kreatif’
Perasaan
seperti ini selalu datang padaku!
Euphoria
setelah menyelesaikan halaman terakhir sebuah buku. Merasa puas karena sudah
khatam, senang dengan hal-hal & info-info baru yang diperoleh dan merasa
jarak antara aku dan dunia sudah tak jauh lagi, seperti jarak 1 jengkal telapak
tanganku yang kecil jika ujung jempol berada di Pulau SumateraIndonesia dan
ujung jari kelingking berada di kutub Utara di globe dunia. Ah, betapa indahnya
dunia ini jika slalu ditemani buku-buku.
Tiba-tiba
dalam hati aku teringat guru TK ku yang pertama kali mengajarkanku membaca,
Guru SD ku yang dengan sabar menuntunku hingga fasih membaca meskipun tak
sempat ikut lomba membaca cepat. Pernahkah selama ini aku berterima kasih pada
mereka meski hanya dilafalkan dalam do’a setiap habis shalat? Seingatku belum…
Status
twitter ku tanggal 21 April, 'Trimakasih bwt guru SD yang udah ngajar gw mbaca shg gw bisa baca buku keren ini #partikel'
Pernah
satu malam, tetangga kamarku di kos Kota PKU masuk ke kamar.
‘Kakak
sedang apa?’
Aku
jawab ‘sedang membaca’
Dia
bertanya lagi, ‘Kakak ga’ bosan sendirian dikamar?’ dengan tatapan berharap
agar aku mau pindah sekamar dengan dia.
Ku
jawab lagi, ‘nggak bosan koq, ka nada buku’ kuberi senyuman manisku (ehem). Dia
terdiam sambil melihatku melanjutkan perjuanganku membaca buku yang baru ku
beli.
Jangan
salah mengira bahwa aku adalah seorang kutu buku yang hanya akan selalu
ditemani buku kemana-mana. BUKAN! Aku suka bersosialisasi. ‘I’m a kind person’
seperti yang aku tulis dipersentasi diri yang aku buat saat mengisi aplikasi
beasiswa sekolah diluar negeri.
Tapi
kalau sudah berhubungan dengan buku, urusan remeh temeh – beleceh weleh-weleh -
yang lain jadi ga’ penting. Mau sendirian dikamar kek ( malah pengen sendiri
kalau lagi baca ), mau diskon besar-besaran merk sandal terkenal kek, jadi ga’
penting. Kecuali merk sepatu sport terkenal lagi diskon 100 %! Hahaha.. ;-D
#ngarepmodeon
Kecintaan
terhadap buku sepertinya imbas sejak aku masih duduk dibangku SD. Saat itu, aku
seorang ‘admire’-nya Bobo, meski Bobo ga’ tahu. Dengan uang jajan yang aku
sisihkan, meskipun harus diganti dengan jam istirahat sekolah aku lari pulang
kerumah untuk makan, aku menjadi pelanggan setia Bobo. Sampai suatu hari,
minggu yang cerah, saat acara ‘Album Minggu’ *ga’penting*, aku seperti mendapat
petunjuk bahwa aku harus menciptakan bukuku sendiri!
Aku
harus menciptakan buku yang bisa dibaca teman-teman sekolahku!
Akhirnya
kukumpulkan peralatan ku yang seadanya seperti buku kosong bergaris tengah,
gunting, penggaris, pensil, rautan, penghapus, rambutan & ikat rambut (
lha, apa hubungannya? ) & dimulailah terciptanya majalah pertamaku.
Kurang
lebih prosesnya seperti ini :
1.
Sobek bagian tengah buku
yang masih kosong
2.
Kertas dibelah dua (
karena ukuran majalahku adalah 9,1 x 12,85 cm a.k.a B5 dibelah 2 )
3.
Untuk gambar cover depan terpampang
gambar Agnes Monica hasil jiplakan dari Bobo dengan coretan pensil, disertai
dengan headlines masing-masing berita yang ada didalam majalah tentu saja
dengan gaya yang berbeda-beda. Ada yang tipe cooper black 24, ada yang comic
sans MC 12, dan tentu saja ada jenis tulisan yang tak ada di program manapun,
yaitu tipe tulisan tangan ku berukuran abstrak! *kacau*. Setelah semuanya
selesai, aku member majalahku sebuah nama yang akhirnya jatuh pilihanku pada ‘MaYe’
yang artinya ‘Majalah Yeli’
(Baru kusadari betapa polosnya seorang aku saat itu dengan
menulis nama ‘Yeli’ yang seharusnya ditulis bergaya ‘Yelly’
4.
Makan rambutan 5 biji
sambil memandangi cover yang sudah selesai ‘dicetak’
5.
Halaman pertama berisi ‘Daftar
Isi’ – tidak ada yag istimewa dari daftar isi selain harus dihapus berulangkali
sampai kertasnya robek karena isi majalahku selalu berubah-ubah seiring dengan
apa yang ingin ku buat
6.
Halaman kedua berisi
tentang ‘Cerita Sampul’
Dari judulnya udah ketahuan kalau halaman ini berisi cerita
tentang orang yag ada disampulnyayang kebetulan saat itu tentang Agnes Monica
yang membawakan music anak ‘tralala-trilili’ bareng kak Indra *sambil berfikir,
orangnya sekarang kemana ya?*
Cerita sampul ini full tulisan sampai ke halaman 3 yang semua
isinya tentu saja menjiplak dari majalah Bobo *tetep*
7.
Halaman 4 berisi cerpen –
a.k.a cerita pendek yang lagi-lagi jiplak dari Bobo edisi bulan lalu dengan
asumsi ‘kali aja teman-teman yag nantinya baca ‘Maye udah lupa kalau cerita itu
pernah mereka baca di Bobo’ hehe.. Cerita ini hingga halaman 5 yang diselingi
dengan gambar yang juga hasil lukisan tanganku *yang alasnya gambar serupa di
Bobo*
( Ketahuan dah bakat plagiat ku udah ada sejak kecil, atau
jangan-jangan sejak masih dalam kandungan kali karena berhasil menjiplak wajah Angelina
jolie )
8.
Makan rambutan 5 buah
sambil memandangi ‘masterpiece’ ku yang pertama
9.
Halaman 6 berisi
puisi-puisi hasil jiplakan (tetep) yang dampaknya luar biasa hebat karena
sampai sekarang aku jadi semakin suka menulis puisi
10. Dan halaman terakhir a.ka. halaman paling belakang adalah
halaman promosi dengan tulisan ceker ayam ku , size 60 berisi;
“nantikan MaYe edisi 2! Jangan sampai ketinggalan!”
Aku menarik
nafas lega karena ‘masterpiece’ku yang pertama sudah jadi.
Esoknya,
dengan bahagia ku mendekap Maye edisi 1 didada sambil tersenyum manis berjalan
ke sekolah dan ternyata respon dari teman-teman mengagetkanku seperti
membangunkanku dari tidur panjangku. Satu kalimat yang sama yang mereka
lontarkan, “ Ini udah ku baca semua!” satu kata yang menghancurkan bisnis majalah
seorang anak SD kelas IV.
Setelah
itu, aku kapok membuat majalah jiplakan. Minggu berikutnya aku buat komik ‘Petruk’
dengan bahasa Inggris, yang niat sebenarnya biar dibilang keren sama teman
sekolah. Komik petruk ini tentu saja saya jiplak ( lagi ) dari komik
sebenarnya. Dengan berbekal sebuah kamus Bahasa Indonesia-Bahasa Inggris,
terciptalah komik Petruk pertamaku dan janganlah Anda heran jika Anda akan
menemui kalimat sejenis ini :
Gareng
; gue mana bisa berenang, truk!
Yang ditranslet
menjadi;
Gareng ;
I where can swim, truk!
Atau seperti
ini,
Petruk;
Gue kagak takut sama loe, wahai Sundelbolong!
Yang
ditranslet menjadi,
Petruk;
I no fear with you, hi Sundelbolong!
Pekanbaru, 22 April 2012
00.23 WIB
No comments:
Post a Comment