Social Icons

Pages

Monday, April 16, 2012

Kicau Mulut-Ku


Kicau Mulut-Ku

Entah kenapa hal itu selalu terjadi saat aku bertemu dia. Aku seperti tak bisa menahannya. Selalu saja ada hal-hal remeh yang kuceritakan, seperti kami sudah sekian tahun tak bertemu.

Seperti sore ini, aku sudah bertekad tak lagi *terlalu* banyak cerita tapi ternyata, tak ada yang bisa ku tahan saat mulut ini sudah dibuka. Dalam hati ku berdoa semoga dia tak bosan –apalagi ngantuk- saat mendengar ceritaku. Cerita tentang hidup dan pengalamanku yang sebenarnya tak begitu penting untuk hidupnya.

Sepulang kerja, aku bersiap untuk meginap dirumah sahabatku, Dila. Rumahnya yang lumayan jauh dari rumah kosku, baru mahir bawa motor dan kota yang belum terlalu lama aku kenal memaksaku untuk membawa persiapan yang lebih, tentu saja tak sampai membuat surat wasiat. Sekali lagi aku cek perlengkapan ku dan akhirnya mantap aku berangkat.
Sepanjang perjalanan, lagi-lagi aku bertekad untuk tak terlalu banyak bicara, karena ku yakin, dia juga punya segudang cerita yang akan dia ceritakan padaku. Otakku dengan sendirinya memilah-milah cerita mana yang akan kubagikan pada sahabat yang sudah ku kenal 8 tahun itu. Hingga sampailah otakku pada kesimpulan bahwa hanya cerita 2 bulan ini yg akan meluncur dari bibirku, 2 bulan terakhir kami tak bertemu.

Setelah 1 jam dijalanan macet dan berdebu, aku sampai di tempat yang kami sepakati untuk bertemu, tapi tak kulihat dia ada disana. Menunggu 15 menit, barulah ia muncul dihadapanku. Setelah melakukan ritual, berteriak kecil dilanjutkan dengan cipika cipiki, yang biasa dilakukan orang yang lama tak bertemu akhirnya kami memutuskan untuk mencari tempat makan. Karena memang aku belum makan malam.

5 menit pertama pertemuan kami, otakku masih bisa menguasai mulut ini untuk tak cerita hal-hal yang tak penting, namun 5 menit kedua sepertinya otakku kalah dari mulut yang mulai memperlihatkan kuasanya. Dan, mengalirlah semuanya. Semoga dia juga punya waktu untuk balik cerita tentang kehidupannya.

2 malam aku menginap dirumahnya, mulutku merasa belum cukup waktu karena masih banyak hal-hal yang belum kuceritakan.

Kini ku sadari, sahabat memang tempat untuk menumpahkan segala isi hati, ‘tong sampah’ bagi semua cerita-cerita yang melintas di fikiran. Terima kasih sahabat.

NB: utk sahabatku 
Pekanbaru, 16 April 2012 11.00 AM

No comments:

Post a Comment

 
Blogger Templates