4 November 2011
Bayi 3 Hari Ditemukan Warga
Bergetar hati saat membaca surat kabar akhir Oktober lalu (31 Okt 2011), dimana halaman depannya memberitakan tentang bayi berumur 3 hari yang ditemukan dibelakang rumah warga. Membaca judulnya saja hati sudah miris, apalagi setelah membaca lebih jauh lagi dan mengetahui bahwa kejadian tersebut terjadi di kampung halaman sendiri.
Hufftt…. Serasa hilang rasa dihati.
Selama ini, begitu bangga menyebutkan Bukittinggi sebagai kampung halaman saat ditanya orang di ranah perantuan, tapi sekarang, begitu mengganjal dihati. Bangga dengan budaya yang masih dipegang erat masyarakatnya, bangga akan keramahan warganya, bangga akan nuansa religi yang masih kental kini seakan menguap ke udara. Hilang entah kemana.
Peristiwa itu seakan mengungkapkan identitas baru bagi warga Bukittinggi yang sudah tak lagi memegang teguh tali agama, dan budaya. Seperti sudah mengikuti budaya barat yang menganggap seks bebas itu adalah biasa.
Melakukan hubungan badan di luar nikah, hamil, dan membuang bayi yang baru dilahirkan karena malu. Tapi kenapa tak malu melakukan hubungan haram tersebut? Apa sudah tak ingat lagi kalau Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, sedang melihat kelakuan bejat mereka ? Entahlah.
Keesokan harinya, saat membaca surat kabar pagi, diberitakan bahwa ibu yang tega membuang bayi tersebut sudah ditangkap. Si ibu (25 th) mengaku bayi tersebut adalah hasil hubungannya dengan seorang pria, yang diakui sebagai pacar, dan karena malu pada warga kampungnya yang memiliki anak di luar nikah, akhirnya ia megambil keputusan untuk membuang darah dagingnya sendiri. Walaupun ia mengaku bukan berasal dari Bukittinggi, namun ia tetap saja berasal dari kota lain di Sumatera Barat.
Sumatera Barat yang dikenal karena kuatnya berpegang teguh pada agama Islam yang diajarkan dari turun temurun, kini telah hilang, seolah menguap ke udara. Generasi muda kini telah berkiblat ke arah barat untuk gaya hidup dan filosofi yang mereka pegang. Hanya sedikit pemuda tersisa yang peduli pada budaya tanah air sendiri. Contoh kecil saja, banyak pelajar maupun mahasiswa berlomba-lomba mengadakan Festival Budaya Jepang atau Fesyival Budaya British, namun sejauh ini tak ada yang mengadakan Festival Budaya Minang.
Himbauan bagi seluruh pemuda-pemudi Indonesia, marilah kita luruskan kembali filosofi dan gaya hidup kita. Seks bebas, minuman keras, narkoba dan gaya cuek bukanlah gaya kita !
By. JaG_uaNkzone
No comments:
Post a Comment